Pati, Mitrapost.com – Dampak musim kemarau ini membuat lahan tanaman padi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kekeringan. Hal tersebut membuat petani gagal panen atau puso.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyebut, setidaknya ada 400 hektar lahan tanaman padi yang mengalami puso lantaran musim kemarau ini.
“Untuk wilayah Pati sudah ada 400 hektare tanaman padi yang dinyatakan puso,” kata Martinus.
Menurut dia, lahan tanaman padi yang dinyatakan puso itu berada di sejumlah kecamatan, salah satunya Jaken. Dia bilang, untuk dampak keringnya Sungai Silugonggo Juwana ini juga tetap dirasakan oleh petani.
Menurutnya, dampak kekeringan tahun 2026 ini semakin meluas. Tak hanya di lahan tanaman padi, akan tetapi puluhan desa telah mengalami krisis air bersih.
“Itu tersebar mulai dari Kecamatan Jaken, bahkan di Wedarijaksa juga ada. Jadi memahami sebaran kekeringan ini mulai terasa luas sekali,” terang dia.
Ia mengatakan petani yang gagal panen padi ini, rata-rata usianya baru 30 harian.
“Rata-rata sekitar 30 harian,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Serikat Petani Padi Pati, Kamelan mengatakan, dampak musim kemarau ini mengancam ribuan hektare lahan pertanian padi di Pati gagal panen. Ancaman itu dirasakan oleh petani di sekitar Sungai Silugonggo Juwana.
“Di sepanjang Sungai Juwana ini di empat kecamatan, yaitu Margorejo, Jakenan, Gabus dan Pati ada ribuan hektare tanaman padi yang masih membutuhkan pengairan dari Sungai Juwana,” jelas Kamelan. (*)

Wartawan Mitrapost.com





