Mitrapost.com – Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 2 Oktober 2026, sempat naik ke level 6.033,08 atau menguat 0,39% atau naik 23,58 poin, dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.009,50.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Sebagai salah satu saham big-cap penggerak indeks utama, BBRI menjadi tujuan utama akumulasi saat IHSG dibuka hijau.
Antrean order book yang sangat tebal di kedua sisi (bid & offer) serta nilai transaksi jumbo meminimalisir risiko slippage, menjadikannya ideal untuk scalping fraksi harga 1–2 tick dengan volume besar.
BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk
Didorong oleh tren penguatan harga emas dunia dan sentimen positif sektor pertambangan mineral, saham BRMS mencatatkan volatilitas dan turnover harian yang sangat tinggi.
Karakter pergerakannya yang responsif saat terjadi pemutaran volume harian (volume burst) sangat cocok untuk strategi breakout scalping.
ASII – PT Astra Internasional Tbk
Saham konglomerasi otomotif dan energi seperti ASII mengalami rebound teknikal dari level support kuatnya. Eksekusi transaksi yang likuid dan spread harga yang rapat memberikan peluang bagi scalper untuk memanfaatkan momentum pergerakan cepat intraday pada Sesi I.
MDKA – PT Merdeka Tembaga Emas Tbk
Penguatan komoditas tembaga dan emas global menjadi katalis utama bagi MDKA. Karakteristik saham ini memiliki rentang pergerakan harian (daily range) yang relatif lebar, memberikan ruang profit taking yang cepat dan terukur di area resistance intraday.
BUMI – PT Bumi Resources Tbk
Diketahui, BUMI merupakan sebuah saham ritel favorit dengan tingkat likuiditas dan rotasi unit saham yang sangat masif.
Mengingat fraksinya yang ekonomis, setiap kenaikan 1–2 tick pada saham BUMI memberikan persentase imbal hasil yang signifikan, sangat ideal bagi scalper yang memanfaatkan pergerakan agresif dalam menjalankan perdagangan. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






