Mitrapost.com – Sebagai bagian dari upaya penjagaan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto, mengaku akan melakukan peluncuran sebuah program bernama Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran.
Program Poliran diluncurkan sebagai bagian dari upaya melakukan pemberdayaan masyarakat yang tercatat belum memiliki pekerjaan. Dalam hal ini, ungkapan tersebut disampaikan oleh Kapolri usai menerima kunjungan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto.
“Kita ada kegiatan namanya Poliran, Polisi Peduli Pengangguran. Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran, karena pengangguran ini berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar Kapolri di Markas Besar (Mabes) Polri, dikutip dari CNN Indonesia.
Dalam menjalankan program tersebut, Kapolri akan menggandeng Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dibantu dengan pendamping desa, untuk melakukan perekrutan terhadap masyarakat yang masih menganggur.
Nantinya, mereka akan diberikan pelatihan bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, sebelum nantinya disalurkan kepada sejumlah perusahaan yang dilaporkan membutuhkan tambahan dari sumber daya manusia (SDM).
“Kita akan mengaktifkan masyarakat yang pengangguran, polanya adalah dengan merekrut melalui bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” jelasnya.
“Kemudian kita latihkan, lalu kita kerjasamakan dengan Kementerian Tenaga Kerja. Kemudian kita salurkan kepada perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan, yang kita kerjasamakan dengan MoU dan PKS yang kita ikat,” lanjutnya.
Selain Kemnaker, kerjasama juga akan dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di setiap provinsi, hingga Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berkaitan dengan salah satu sasaran programnya yaitu para pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi.
“Kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan tadi dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi. Ini prinsip daripada Poliran,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com







