Mitrapost.com – Viral sebuah poster yang memuat gambar wanita bugil terpasang di pilar Mal Gresik. Kemudian tertulis kalimat bernada sindiran terhadap wanita yang ada di dalam poster itu yang disebut berinisial ZR.
Diketahui, poster itu tertempel pada Kamis (30/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam poster itu, ZR dituding melakukan prostitusi online. Bahkan tempat ZR bekerja juga disebut.
“Turut Berduka Cita atas meninggalnya urat malu ZR (inisial wanita dalam foto) open BO VCS pegawai Ibox Icon mall Gresik,” demikian keterangan dalam poster.
Poster tersebut hanya tertempel kurang dari satu menit, sebelum akhirnya dicopot oleh pengelola mal tersebut. Namun poster tersebut sudah sempat diabadikan oleh pengunjung dan kini menjadi viral.
Poster lainnya yang memuat gambar wanita memakai sendal juga tertempel di samping poster wanita bugil tersebut.
“Open BO butuh uang buat beli sandal. Soalnya gak punya sandal lagi,” bunyi keterangan poster.
Kemudian juga beredar video wanita mengenakan pakaian hitam masuk toko ponsel tak jauh dari lokasi poster tertempel. Ia memarahi satu karyawati yang wajahnya terpampang dalam poster.
Menanggapi hal itu, General Manager Mall Gresik Andiyanto Vino menyebut, kejadian itu terjadi dengan cepat.
“Ya benar, jadi, kejadian itu kemarin (Kamis) sekitar jam 11.00 WIB. Kejadiannya sangat cepat, tapi beruntung, tim sekuriti kami sigap melakukan tindakan,” ujarnya dilansir dari Detik.
Poster itu segera dicopot petugas dan disimpan sebagai barang bukti.
“Jadi enggak lebih sampai satu menit itu langsung melakukan tindakan. Jadi yang pertama poster yang ditempel itu kami sita dan kita jadikan sebagai barang bukti,” ujarnya.
Pihaknya tak mengetahui alasan penempelan poster tersebut. Namun diduga aksi itu terkait dengan perselingkuhan.
Ia mengonfimasi bahwa wanita di poster itu karyawati toko ponsel di mal itu.
“Infonya persoalan perselingkuhan, itu foto itu memang pegawai tenant tersebut. Tapi kita bukan fokus permasalahannya ya,” ujarnya.
Pihak yang menempelkan poster tersebut juga masih dalam pencarian.
“Setelah peristiwa itu, kita minta tim untuk, langsung mencari data si pelaku yang membawa poster asusila dan menempelkan di ruang publik milik kami,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com







