oleh

Pendidikan di Ponpes Diperbolehkan, Baru 3 Pesantren Minta Izin

Pati, Mitrapost.com Setelah sebelumnya menunda kegiatan di pondok pesantren, Bupati Haryanto kini telah mengeluarkan edaran tentang penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren menuju persiapan new normal.

Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Pati, Abdul Salam, menyambut baik kebijakan pembukaan kembali kegiatan ponpes. Karena sebelumnya beberapa pihak menuntut dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di lingkungan pesantren.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Di pesantren kan itu pengin masuk kembali. Kami tidak ingin dianggap tidak merespon keinginan pesantren. Padahal sebelum edaran, kita sudah rapat terkait pembelajaran pesantren secara tatap muka dengan beberapa tokoh,” katanya saat dihubungi pada Senin (29/6/2020).

Baca juga: Persiapkan Kebijakan New Normal Pemkab Pati Tunda Kegiatan Santri di Ponpes

Baca Juga :   Mayat Seorang Kakek di Trangkil Pati Ditemukan Membusuk

Rencananya pembukaan pesantren tidak akan dilakukan secara serentak namun bertahap. Dari data Kemenag Pati baru 3 Pesantren saja yang mengajukan untuk penyelenggaraan pendidikan tatap muka.

“Yang baru izin baru 3 pondok pesantren. New normal itu saya kira tidak bisa dipaksakan. Pesantren harus siap dulu,” pungkas Salam.

Akan tetapi, tidak semua pondok pesantren bisa membuka kegiatan di ponpes. Dalam surat edaran nomor 440/1338 disebutkan beberapa kriteria ponpes yang dapat melaksanakan aktivitas saat new normal.

Baca juga: Dinkes Pati Imbau Pembentukan Poskestren di Lingkungan Pondok

Diantaranya, ponpes harus berada di kawasan aman dari covid menurut tim gugus tugas, ponpes juga wajib menyiapkan sarana prasarana new normal. Kedatangan santri di ponpes dapat dilakukan apabila telah mendapatkan izin dari tim gugus covid yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan survei oleh petugas.

Baca Juga :   KBM Virtual Dinilai Tak Efektif, Dewan: Pemerintah Harus Segera Terapkan 'New Normal' di Sektor Pendidikan

Sedangkan untuk sarana prasarana, ponpes harus menyiapkan berapa hal. Diantaranya menyediakan thermo gun, menyiapkan ruang isolasi mandiri, mengatur jarak ruang belajar, mengatur jarak antara tempat tidur santri. Mengatur jarak makan santri dan memasang pesan protokol kesehatan. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Berita Terkait