Mitrapost.com – Garam menjadi bahan masakan yang tak boleh absen keberadaannya. Namun konsumsi garam secara berlebihan dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan.
Pemberian garam pada masakan dapat menambah cita rasa dan kelezatan membuat banyak orang tak bisa lepas darinya. Perlu diketahui, konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah dan penyakit jantung. Di samping itu, asupan garam harian yang tinggi berkaitan dengan kualitas tidur kita di malam hari.
Baca juga: Ternyata, Hobi Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental
Melansir Kompas.com, American Heart Association merekomendasikan konsumsi maksimal 2.300 mg natrium per hari atau sekitar satu sendok teh garam. Tapi, disarankan kita mengonsumsi 1.500 sodium per hari untuk kesehatan yang lebih optimal. Menurut US Food and Drug Administration, sebagian besar orang mengonsumsi garam lebih dari yang dianjurkan (rata-rata 3.400 mg natrium per hari).
Konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu gangguan jantung.
Baca juga: Tak Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pilkada, Kemendagri : Tak Ada Toleransi
Menurut Dr. Sandra Darling, DO, MPH, dokter di Cleveland Clinic Wellness Institute, jika kita menderita hipertensi atau penyakit jantung, kita perlu membatasi konsumsi garam kurang dari rekomendasi harian normal.
Sebagian orang menganggap konsumsi garam mereka tinggi akibat penggunaan garam dapur yang sering. Namun, kadar garam yang tinggi justru banyak ditemukan di makanan yang kita konsumsi setiap hari.
Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Terhindar Dari Kerusakan Bercabang
Makanan yang mengandung tinggi natrium sangatlah beragam, antara lain pizza, roti dan biskuit, sereal, saus dan kecap, makanan kalengan, keju, makanan cepat saji, hingga keripik dan popcorn.
Garam dapat memengaruhi tekanan darah kita. Hal ini terjadi karena peningkatan natrium akan mempersempit pembuluh darah, jantung memompa lebih cepat dan lebih banyak tekanan untuk membawa oksigen ke tempat yang dibutuhkan tubuh. Sehingga, tubuh kita menghasilkan tekanan darah yang lebih tinggi.
Baca juga: Tips Bersihkan Masker Kain untuk Mencegah Terjangkit Corona
Mengonsumsi makanan yang tidak memiliki rasa asin bukan menjadi jaminan makanan tersebut bebas natrium. Guna memastikan, periksa label nutrisi untuk mengetahui kandungan natrium pada makanan, minuman, dan bumbu. Perhatikan ukuran porsi dan sesuaikan jika kita makan lebih banyak atau lebih sedikit garam dari yang direkomendasikan.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi natrium di malam hari dapat menyebabkan gangguan tidur, karena peningkatan tekanan darah dan cairan. Satu potong pizza keju mengandung sekitar 500-600 mg sodium, jadi dengan tiga potong pizza, kita mengonsumsi garam lebih dari jumlah optimal harian 1.500 mg hanya dalam satu kali makan.
Baca juga: Telang, Tumbuhan Liar menjadi Minuman Kaya Manfaat
Darling merekomendasikan cara mudah untuk mengurangi asupan garam masuk ke tubuh kita. Diantaranya dengan cara memeriksa label yang tertera pada kemasan makanan, pilih makanan kaleng dengan tulisan “no salt added” pada label.
Selain itu, pilih makanan, saus, dan bumbu rendah natrium. Ketika membeli kacang, pilihlah kacang kering daripada kacang kalengan. Kacang ini bisa dimasak di atas kompor.
Selanjutnya, pilih buah dan sayuran segar atau beku, bukan yang kalengan. Ketika membuat sup, gunakan air atau kaldu rendah natrium. Sebagai pengganti roti, roti gulung atau tortilla, cobalah selada atau tortilla gandum rendah natrium.
Baca juga:
- Perlu Diketahui, Inilah Manfaat Kayu Manis
- Bagus untuk Menurunkan Berat Badan, Berikut Manfaat Minum Air Hangat
- Kaya Manfaat, Begini Fakta Temulawak
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter
Redaktur: Atik Zuliati
Redaksi Mitrapost.com






