oleh

Dari Penolakan Jenazah, Kejati Semarang Tangani 5 Perkara Covid-19

Semarang, Mitrapost.com Sepanjang tahun 2020, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah  telah menangani 5 perkara terkait COVID-19.

Perkara tersebut meliputi kasus penolakan jenazah COVID-19 di berbagai kabupaten hingga konser dangdut yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.

“Ada 5 perkara. Ada yang penolakan jenazah seperti yang di Banyumas. Yang di Kabupaten Semarang, itu dulu yang ramai sampai Pak Gubernur turun tangan,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Priyanto, Rabu (30/12/2020).

Dia menjelaskan, perkara terkait penolakan jenazah COVID-19 itu terjadi di Kabupaten Semarang. Dalam kasus ini 3 orang telah ditetapkan sebagai terdakwa yakni Tri Atmojo Hanggoro, Bambang Sugeng Santoso, dan Setiadi.

Baca juga: Polres Brebes Tetapkan 4 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19

Mereka divonis 4 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 1 bulan kurungan.

Kemudian, kasus penolakan jenazah COVID-19 juga terjadi di Desa Kedung Wringin Kabupaten Banyumas. Tiga terdakwa yakni Khudlori, Syafrudin, dan Eko Yuanianto dijatuhi hukuman oleh hakim PN Banyumas dengan penjara 3 bulan 15 hari dan denda Rp500 juta subsider 1 bulan penjara.

Tak hanya di Desa Kedung Wringin, kasus penolakan jenazah COVID-19 juga terjadi di Desa Glempang Kabupaten Banyumas.

Saat ini perkara yang membelit tiga terdakwa yaitu Karno, Slamet, dan Arif masih dalam proses kasasi.

Baca juga: Kepala BPBD Pati Ungkapkan Warga Paksa Bongkar Jenazah Terduga Covid-19 di Berbagai Tempat

Selanjutnya, kasus menyebarkan hoaks soal adanya keluarga terpapar COVID-19 menimpa Sujud Sugiarto. Atas tindakannya dia divonis 1 tahun penjara dan denda Rp1 juta subsider 1 bulan kurungan.

Terakhir, kasus terkait COVID-19 menimpa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo. Wasmad nekat menggelar hajatan dengan hiburan musik dangdut yang mengundang kerumunan pada 24 September 2020 lalu.

Saat ini proses persidangannya masih terus berjalan dan belum putusan.

“Untuk penolakan  jenazah pasalnya ada 214 dan 212 (KUHP). Untuk yang Tegal kita tahu semua siapa terdakwanya, sudah sampai tuntutan,” tegas Priyanto.

Dia berharap agar masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan dan menaati seluruh peraturan yang ada.

“Ya semoga jangan sampai ada perkara seperti ini lagi,” kata dia. (*)

Baca juga: Pendekatan Merakyat, Ganjar Temui Pendemo dengan Lagu Dangdut

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

 

Komentar

Berita Terkait