oleh

Proyek Drainase di Pati Molor, Rekanan Terkena Denda Rp2 Juta per Hari

Pati, Mitrapost.com – Tiga titik proyek trotoar dan drainase tidak sesuai target waktu pengerjaan atau molor dari target yang ditentukan. Proyek yang menelan dana Rp21 miliar ditargetkan selesai 31 Desember.

Hal ini mengakibatkan rekanan atau perusahaan kontraktor harus membayar denda kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dengan denda sekira Rp2 juta per hari.

Baca juga: Video : Dewan Pati Minta Disdik Siapkan SOP KBM Tatap Muka saat Pandemi

Kabid Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati Arief Wahyudi mengungkapkan, tiga titik proyek itu yakni di Jalan Tentara Pelajar, Jiwonolo, dan Wachid Hasyim.

Ia mengaku molornya proyek lantaran pengerjaanya lambat sehingga membuat progresnya telat. Hingga saat ini, tinggal proyek di Jalan Wachid Hasyim belum rampung.

Baca juga: Program Penanaman Rumput Vetiver di Pati Tak Tumbuh Maksimal

“Hari ini tinggal satu ruas jalan yang belum kelar, yakni, Jalan Wachid Hasyim. Sisanya, sudah selesai. Tinggal bersih – bersih saja,” ujar Arief, kemarin.

Para rekanan, tutur Arief, akan dikenai denda dengan penghitungan 1/1000 dikali nilai proyek atau sekitar Rp2 juta setiap harinya. Setelah 100% selesai, pihaknya baru mulai menghitung keseluruhan denda tersebut.

Baca juga: Sempat Jadi Polemik, Pengisian Perangkat Desa di Pati Dievaluasi

“Diakumulasi nilai denda 1/1000 (per hari) dari nilai kontrak. Untuk nominal sekitar dua juta perhari. Denda itupun, per-ruas jalan yang terlambat,” jelasnya.

Ruas Jalan Wachid Hasyim rencananya pekan ini sudah rampung 100 persen. Pihaknya akan mengkoordinasi terkait jalan itu agar cepat selesai.

Sementara itu, salah satu warga sekitar Jalan Wachid Hasyim yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku senang adanya perbaikan drainase, meskipun pengerjaannya mengalami keterlambatan.

Baca juga: Jelang Pilkades, Dewan Pati Undang Seluruh Camat dan OPD

“Tapi sayangnya orang-orang kadang buang sampah di lubang-lubang ini,” katanya sambil menunjukkan lubang di trotoar untuk meninjau drainase akhir pekan kemarin.

Sedangkan, untuk keterlambatan ia menduga para pekerja khawatir adanya pohon roboh lantaran penopang akar digali.

“Bulan lalu ada pohon roboh Mas. Ya karena digali. Makanya mereka khawatir,” tandasnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Komentar

Berita Terkait