oleh

Sejahterakan Petani, Dewan Minta Pangkas Rantai Distribusi Produk

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Panjangnya jalur distribusi penjualan komoditas pertanian hingga ke konsumen dianggap tidak menguntungkan para petani lokal.

Masalahnya, sebelum komoditas panen sampai ke tangan konsumen, produk pertanian selalu melalui perantara atau pengepul, dari pengepul baru masuk ke pasar besar, baru didistribusikan ke pengecer dan konsumen.

Sebelum melewati proses tersebut, petani padahal harus melewati tantangan yang cukup beragam, mulai dari harus mengeluarkan biaya perawatan, beli pupuk dan obat tanaman. Bila harus dibebani lagi dengan ongkos distribusi tentunya petani hanya meraup untung yang tak seberapa.

Baca juga: Dewan Pati Dukung Upaya Peningkatan Kualitas Garam Lokal

Anggota Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Narso mengatakan, sebenarnya para petani bisa lebih sejahtera jika tata niaga perdagangan atau jalur distribusi barang bisa dipangkas.

Baca Juga :   Berharap Bisa Atasi Masalah Petani Desa, Dewan Pantau Tindak Lanjut Bimtek Dispertan

“Jadi keuntungan habis di jalur perdagangan. Kalau jalur biasa dari petani ke tengkulak, dari rengkulak ke pedagang besar, ke pasar, pengecer ke konsumen,” ungkap Anggota Dewan dan Politisi di Partai PKS itu, Jumat (29/1/2021).

“Maka diharapkan dapat dipangkas jalur itu sehingga petani masih bisa menikmati harga yang bagus saat ini,” imbuhnya.

Baca juga: Video : Hadiri Konsultasi Publik Rancangan RKPD 2022, Dewan Pati: Memang Dibutuhkan Sejak Awal

Memotong jalur distribusi memang seluruhnya tidak dapat dibebankan kepada pemerintah. Narso meminta kepada para petani memunculkan sikap kreatif.

“Memang butuh solusi kreatif dan cerdas dari semua pelaku ekonomi terutama di sektor hortikultura untuk mengejar atau memotong jalur distribusi tadi,” kata Narso.

Baca Juga :   Desa Wisata, Lestarikan Kebudayaan hingga Dongkrak Perekonomian Daerah

Salah satu langkah yang bisa diterapkan diantaranya melakukan digitalisasi pada komoditas pertanian. Petani dapat melibatkan diri ke market place seperti di facebook, start up Sayurbox, atau bekerjasama dengan pihak ojek online untuk menjajakan barang dagangan secara digital.

Digitalisasi produk tentunya perlu pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Pati, karena tak semua melek teknologi. (ADV/MA/AZ/SHT)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati