oleh

Dewan Pati Ajak Masyarakat Kuatkan Sektor Pertanian

Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar bersinergi bersama menguatkan sektor pertanian Kabupaten Pati. Pasalnya, sektor pertanian di Kabupaten Pati menjadi harapan terakhir yang dapat menyokong kebutuhan ekonomi bagi masyarakat.

“Kita harus lebih menghargai jerih payah petani lokal, mereka berjuang menanam, merawat, bahkan membudidayakan sumber daya pangan untuk kita semua,” ungkap Sutarto Oenthersa selaku Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati.

Sejauh ini, perekonomian Kabupaten Pati mengalami kelumpuhan. Tetapi, tidak bagi sektor pertanian, yang justru mampu memproduksi beragam komoditas untuk diperjualbelikan. Sehingga, menjadikan peluang berwirausaha bagi masyarakat.

Baca juga: Kerap Kesulitan Pupuk, Dewan Pati Minta Pemerintah Perhatikan Pendistribusian

Menurut Sutarto, sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Di samping itu, sektor pertanian mulai diminati oleh pelaku usaha untuk memasarkan komoditas pertanian.

“Pelaku usaha harus mau dan berani membeli produk pertanian dari petani,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Perlu diketahui, Kabupaten Pati memiliki beragam hasil bumi pertanian. Di antaranya, padi, kacang hijau, kacang tanah, ketela, bawang, tebu, kopi, jagung, dan kapuk.

Baca juga: Dewan Pati: Vaksin Covid-19 Bukan Solusi Tunggal Atasi Pandemi

Ia mengungkapkan, selain karena produk pertanian yang menjadi peluang usaha yang banyak diminati. Langkah ini dapat menguntungkan petani yang tengah dilanda masa sulit pandemi.

Namun, awal tahun ini menjadi tantangan berat bagi petani. Mereka menghadapi cuaca buruk, bencana alam, dan kesulitan mengakses pupuk subsidi.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, enam kecamatan di Kabupaten mengalami bencana banjir. Salah satunya di Kecamatan Jakenan. Banjir menggenangi 250 hektare (ha) sawah. Jika diperkirakan kerugian dapat menjcapai Rp7 miliar.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Berita Terkait