oleh

Perbaikan Jalan Rembang, DPUTARU: Anggaran Cukupi Seperempat Persen

Rembang, Mitrapost.com — Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo mengatakan bahwa anggaran jalan Kabupaten Rembang hanya terpenuhi sekitar seperempat saja dari jalan yang rusak di Rembang.

Terdapat 30 persen dari 620 km jalan di daerah Rembang mengalami kerusakan parah. Pelaksanaan perbaikan masih terus dilakukan mulai dari Rembang Kota, ke Lasem Kota, dan 14 kecamatan lainnya.

Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah diterima yang diprogram penyelenggara jalan kabupaten sebesar Rp59,36 miliar. Anggaran tersebut hanya bisa mencukupi seperempat dari 30 persen jalan yang rusak di Kabupaten Rembang.

Baca juga: Video : Satgas Covid-19 Rembang Tinjau PPKM di Perusahaan Tambang

“Hitungannya saja kalau yang rusak 200 km, per kilo kita anggarkan satu juta lah, sudah Rp200-an miliar, jadi itu sebetulnya baru bisa membackup sekitar seperempat saja,” terang Nugroho, Kamis (4/2/2021).

Meskipun begitu, Ia mengungkap akan berusaha untuk terus memaksimalkan perbaikan jalan. Terbatasnya jumlah anggaran, Ia berkomitmen meningkatkan kiat strategi-strategi yang bisa mendorong pembangunan infrastruktur.

Saat ini, pihaknya memberlakukan skala prioritas dalam melakukan perbaikan. Jalan-jalan yang diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan saat ini adalah yang termasuk dalam kategori jalan utama dan jalan kabupaten. Selebihnya yang tidak masuk dalam kategori tersebut sementara belum dapat diperbaiki.

Baca juga: Vaksinasi Sudah Capai 77 Persen, Dinkes Rembang Alami Sejumlah Kendala

“Jadi kita mohon maaf jika ada yang terlewat. Kita harus skala prioritas dan skala pentahapan. Artinya kita tidak bisa langsung kita selesaikan di awal tahun ini. Kita bergerak seluruh kapasitas yang ada kita kerahkan. Soal hasil kita paham jika masih ada keluhan-keluhan dari masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini yang dilakukan oleh DPUTARU adalah melakukan perbaikan, yang sifatnya hanya sementara. Perbaikan yang dilakukan tidak bersifat permanen, sekadar agar pengguna jalan tidak merasa terganggu. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Berita Terkait