oleh

Masyarakat Enggan Divaksin, Tokoh Agama Harus Turun Tangan

Pati, Mitrapost.com – Program vaksinasi Covid-19 di tahap pertama dianggap lambat. Masyarakat enggan divaksin lantaran takut bayang-bayang efek samping penyerta dari vaksin Covid-19 karena baru pertama kali dilakukan.

Merespons fenomena ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 14 tahun 2021 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona Covid-19.

Perpres ini diketahui mengatur sanksi bagi warga yang menolak disuntik vaksin Covid-19. Poin ini jelas menimbulkan banyak respons di masyarakat.

Baca juga: Tepis Prediksi 10 Tahun Vaksinasi Covid-19, Percepatan Harus Dilakukan

Menanggapi wacana sanksi ini Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengeluarkan sikap bahwa bagi golongan yang menolak vaksin akan diundur jadwalnya, sehingga vaksinasi masih bisa dilakukan kepada warga yang mau dan membutuhkan.

Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) Narso menganalisa, munculnya golongan yang enggan divaksin di masyarakat disebabkan oleh sosialisasi dan edukasi pemerintah yang belum maksimal.

Narso menyarankan agar Pemerintah tingkat daerah lebih memprioritaskan sosialisasi vaksinasi Covid-19 di lini bawah, dalam hal ini masyarakat pedesaan.

Baca juga: Video : Masuk Prioritas Tahap II, Wartawan Rembang Disuntik Vaksin Hari Ini

Lebih rinci, ia meminta agar pemerintah menggandeng tokoh ulama atau pemuka agama di desa untuk menerangkan pentingnya program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

“Edukasi masih kurang maksimal. Terutama dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Harus melibatkan tokoh agama tingkat kampung. Karena sosial masyarakat kita lebih percaya dengan kyai tingkat lokal,” kata Anggota Dewan dan Politisi di Partai PKS itu, Kamis (25/2/2021).

“Sosialisasi Lebih masif itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga bersedia untuk divaksin,” imbuhnya. (Adv/MA/AZ/SHT)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Moh. Anwar

Gambar Gravatar
Wartawan Area Kabupaten Pati

Berita Terkait