oleh

Pemantauan Pembayaran UMK di Rembang Belum Maksimal

Rembang, Mitrapost.com Pemantauan pembayaran upah minimum kerja atau UMK yang harus dibayarkan ke karyawan di Rembang belum terpantau secara maksimal.  Hal tersebut diakui oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Rembang pada Rabu (3/3/21).

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Rembang, Teguh Gunawarman, mengatakan pembayaran UMK kepada karyawan belum merata. Pemantauan secara fisik baru terlaksana di sembilan perusahaan.

“Kabupaten Rembang sekarang itu taat pada aturan. Kemarin kita lakukan pemantauan cuman perkembangannya masih ditunda. Kita baru masuk ke sembilan perusahaan,” ujar Teguh di kantor dinasnya, Rabu (3/3/2021).

Sebelumnya pemantauan pembayaran UMK ditargetkan oleh DPMPTSP Naker Rembang pada bulan Februari. Namun pemantauan terhadap 50 perusahaan lainnya terpaksa ditunda karena adanya pandemi virus corona.

Baca juga: Penyesuaian Upah, DPMPTSP Naker Rembang Lakukan Pemantauan

Meski demikian, Teguh telah membuat solusi dengan menggunakan Whatsapp group sebagai tempat pelaporan sehingga tetap bisa melakukan pemantauan.

Cuman nanti, barusan saya memerintahkan menggunakan wa grup HRD, 50-an lebih nanti kita buat form,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Teguh menuturkan untuk pengalaman pada tahun tahun sebelumnya, kebanyakan perusahaan di Rembang terbilang taat dalam melaksanakan pembayaran UMK.

“Namun dari pengalaman tahun-tahun yang lalu sih semua taat.  Kalau dia menyatakan keberatan kan masih ada prosesnya di periksa pengawas tenaga kerja provinsi di Pati, bukan di kami. Sebab kami tidak ada kebijakan,” tutupnya. (*)

Baca juga: Sah, Upah Minimum Kabupaten Pati Rp 1.953.000

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Tentang Penulis: Aziz Afifi

Gambar Gravatar
Wartawan Mitrapost.com Area Rembang dan Blora

Berita Terkait