Tak hanya itu melalui sarasehan kelompok pecinta budaya juga memberikan dukungan agar jiwa seni dalam diri anggota tidak meredup.
Kelompok Kadipaten Bhumi Phala terdiri dari 31 anggota dari beragam profesi. Siapapun bisa masuk dengan persyaratan khusus yaitu harus mempunyai jiwa seni, peduli dengan budaya jawa dan mempunyai pengetahuan di bidang seni budaya.
Baca juga: 2 Oktober, Batik Ditetapkan Warisan Budaya oleh UNESCO
Kemudian, masih mau menggunakan pakaian adat dan mempunyai visi misi yang sama, yaitu nguri-uri budaya Jawa. Selain itu tingkah laku yang baik juga menjadi poin penting dalam keanggotaan kelompok seni ini.
“Mudah-mudahan ini menjadi suatu heritage untuk warga desa dan untuk masyarakat Kabupaten Temanggung,” imbuhnya.
Nama Kadipaten Bhumi Phala dipilih karena salah satu tujuannya juga untuk eksplorasi tanaman-tanaman yang sudah hampir jarang ditemui di Kabupaten Temanggung ini.
“Bhumi Phala itu bumi pala. Ada pala gumantung, dan ada pala kependhem. Itu harus kita eksplorasi. Beberapa kita pajang di sini, ada jagung, ada ketela pohon, ada blewah, ada koro, macem-macem,” tambahnya.
Adi berharap generasi muda sekarang ini tidak kehilangan jati diri orang Jawa dengan istilah “Wong Jawa Sing Jawani Ora Ilang Jawane”. Karena ia menilai pada era sekarang ini generasi muda lebih tertarik ke teknologi yang canggih dibandingkan dengan kebudayaan Jawa yang dianggap kuno. (*)
Baca juga: Tahun Depan Pati Siap Lakukan Pemutakhiran Data Cagar Budaya
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS
Redaksi Mitrapost.com





