oleh

Harga Sempat Anjlok, Petani Cengkeh di Gembong Minim

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Pembudidaya cengkeh di Kecamatan Gembong Kabupaten Pati masih minim, pasalnya harga komoditas ini beberapa tahun yang lalu sempat anjlok. Para petani di Gembong kini lebih suka menanam tanaman pangan lain yang harganya lebih tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gembong, Basri. Ia mengaku tahun ini Dispertan Pati berkomitmen akan tingkatkan luasan lahan pertanian cengkeh di Gembong.

“Rencananya ada sosialisasi cengkeh dari bidang perkebunan. Dulunya kan harga cengkeh turun. Tanaman juga produktifitasnya kurang karena tua-tua. Mungkin ada pilihan yang lain yang cepat dan mudah tumbuh dan dijual seperti jeruk,” kata Basri kepada Mitrapost.com kemarin.

Baca Juga :   Syarat Kartu Vaksin Untuk Penerima Bansos Berlaku Fleksibel

Baca juga: Petani Rembang Optimis Hadapi Musim Tanam Kedua

Ongkos produksi yang tinggi untuk petik dan pengeringan juga membuat para petani menahan diri untuk menanam cengkeh lagi.

Namun tahun ini Basri optimis, minat petani untuk menanam cengkeh akan meningkat, pasalnya di pasaran cengkeh kering sudah dihargai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu perkilo.

“Tapi sebenarnya masih ada yang berkeinginan untuk menanam lagi. Untuk saat-saat ini ada wilayah yang berminat membudidaya cengkeh, harganya yang dulu-dulu cengkeh itu rendah tapi sekarang sudah Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per kilo kering,” kata Basri.

Dispertan Pati mencatat, desa-desa di Gembong yang masih membudidayakan cengkeh diantaranya Desa Sitiluhur, Ketanggan, dan Plukaran. Komiditas ini juga diketahui hanya dijadikan selingan menanam.

Baca Juga :   Lindungi Hak Petani Peroleh Pupuk Subsidi, E-RDKK Mulai Diketatkan Tahun Ini

Baca juga: Petani Margoyoso Mampu Panen Kelapa Kopyor 109,50 Hektare

Basri berharap ke depan ada pihak kemitraan yang bersedia membeli cengkeh di Gembong agar minat masyarakat menanam cengkeh meningkat.

Karena komoditas cengkeh ini adalah andalan ekspor Indonesia. Cengkeh Indonesia sebagian besar digunakan oleh industri dan hanya sedikit yang digunakan untuk keperluan rumah tangga.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar