Pati, Mitrapost.com – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, drh. Nur Cahyo mengimbau masyarakat supaya selektif dalam menentukan hewan yang akan dibeli untuk kurban.
Ditengah Pandemi Covid-19 yang masih bergejolak di Bumi Mina Tani, ia tidak ingin kondisi kesehatan masyarakat semakin terganggu. Apalagi jika terdapat kondisi hewan kurban yang mengidap penyakit menular.
Selain itu, ia juga berusaha untuk menghindarkan masyarakat dari mengonsumsi daging kurban yang memiliki kandungan berbahaya.
“Dimohon kepada masyarakat untuk membeli hewan kurban yang sehat, normal, dan cukup umur. Karena itu merupakan syarat berkurban yang telah ditetapkan,” imbau Nur Cahyo.
Upaya tersebut didukung oleh Puskeswan Dispertan Kabupaten Pati, dengan cara melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum disembelih dan setelah disembelih.
Pihaknya pun, akan melakukan pemeriksaan langsung ke tempat penampungan. Ia hanya ingin bekerja secara efisien, dengan langsung memeriksa hewan di tempat penampungan. Pasalnya jika hewan diperiksa di pasar kurang efektif, karena masih belum ada kepastian penjualannya.
“Kami fokus periksa ke penampungan. Karena di sana telah ada hewan kurban yang siap potong,” ujarnya.
Puskeswan dan panitia telah bekerjasama dengan baik, bahkan panitia masjid akan menukar hewan kurban bilamana hewan tersebut menderita penyakit. Panitia juga tidak mau untuk memotong hewan kurban yang tidak layak dengan kualifikasi.
Perlu diketahui, komoditas hewan kurban yang terdapat di Kabupaten Pati menjelang Hari Raya Iduladha, antara lain sapi, kambing, dan domba. (*)
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra






