oleh

Penurunan Level PPKM, Pemkot Fokus Pemulihan Sektor Ekonomi

Pekalongan, Mitrapost.com – Penurunan level PPKM di kota Pekalongan, dari yang semula level 3 kini menjadi level 2. Oleh karena itu, pemerintah kota pun berfokus untuk Menyusun strategi pemulihan sektor ekonomi.

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat. Strategi ini sangat penting dalam rangka upaya menggerakkan roda perekonomian yang terdampak oleh pandemi.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Walikota Pekalongan ,HA Afzan Arslan Djunaid menuturkan bahwa selama kebijakan PPKM kota Pekalongan diberlakukan, sebanyak 80 persen sektor ekonomi di wilayah tersebut merasakan dampaknya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sejau ini, Kesehatan masyarakat kota Pekalongan mulai kondusif, serta mengalami penurunan kasus.

“Kita pertahankan ritme kita, walapun semua sektor sudah diperbolehkan buka,terutama dari sektor kesehatan sudah kita genjot dan diperketat yang berdampak kepada sektor ekonomi. Alhamdulillah sektor kesehatan sudah semakin kondusif hasilnya, sudah turun level ke level ke-2. Ini saatnya kita genjot lagi sektor ekonomi supaya perekonomian di Kota Pekalongan tumbuh kembali,” terangnya.

Baca Juga :   Tertangkap Basah Karaokean di Masa PPKM, ASN di Pati Turun Pangkat 3 Tahun

Dengan adanya penurunan level PPKM ini, sejumlah aktivitas masyarakat Kembali diperbolehkan. Salah satunya adalah sektor usaha yang sudah diperbolehkan untuk buka, serta adanya beberapa kelonggaran dengan tetap menerapkan prokes.

Berdasarkan Imendagri tersebut, Kota Pekalongan di Level 2 PPKM ini, sejumlah kelonggaran yang diberikan diantaranya penyekatan jalan sudah ditiadakan, pemadaman lampu masih dilakukan mulai pukul 22.00 WIB, untuk sektor ekonomi seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi sampai 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 75% begitu juga dengan pedagang kaki lima, toko kelontong,agen/outlet voucher,barbershop,laundry,bengkel, usaha warung makan, kafe,lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Baca Juga :   Klaster Pesantren di Kendal, 92 Santri Positif Covid-19

Menurutnya, pencapaian turun level ini jangan sampai membuat masyarakat terlena. Pemantauan harus tetap dilakukan, tidak dari pemerintah saja, melainkan juga dari seluruh elemen masyarakat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tren lonjakan kasus Covid-19 baru lagi di Kota Pekalongan.

“Ini salah satu bentuk usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi, termasuk melalui pelatihan-pelatihan skill dan keterampilan kerja kepada pelaku usaha dan masyarakat umum seperti pelatihan digital marketing, pelatihan di bidang perkopian, pelatihan angkatan kerja di UPTD BLK Kota Pekalongan,dan lain sebagainya. Hal ini semua upaya Pemkot Pekalongan setelah sebelumnya betul-betul fokus ke sektor kesehatan, saat ini kita akan fokus ke pemulihan sektor ekonomi di Kota Pekalongan,” tandasnya. (*)

Baca Juga :   Dewan: ‘Jateng di Rumah Saja’ Hanya Kurangi Risiko

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait