oleh

Mudahkan Penyampaian Materi Pelajaran, Guru Sambut Antusias PTM

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pati disambut oleh banyak kalangan. Salah satunya datang dari pendidik sebagai pelaku utama proses berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menurut salah seorang guru SD asal Pati bernama Noviananda Abdulaiziz (25) menyampaikan bahwa bergulirnya PTM di Pati memudahkan ia bersama rekan-rekannya dalam mengajarkan materi kepada siswa SD. Apalagi siswa SD saat ini masih perlu mendapatkan pembelajaran secara tatap muka.

Pria yang merupakan guru SD N Tegalarum, Jaken itu menganggap adanya PTM akan mengobati kerinduan siswa akan suasana belajar di sekolah, mengingat pembelajaran daring dinilai memunculkan banyak permasalahan yang dihadapi oleh siswa, guru, bahkan orang tua siswa.

Baca Juga :   MUI Imbau Masyarakat Agar Berhati-Hati Terhadap Edaran Hoax

Guru yang akrab disapa Aziz itu menyebut, selama 15 bulan pembelajaran daring menyulitkan siswa dan pengajar.

“Adanya PTM terbatas ini sangat bagus. Karena kalau pembelajaran daring diteruskan maka banyak siswa-siswi dan wali murid merasakan berbagai dampak yang merugikan. Apalagi bagi mereka yang keterbatasan pengetahuan akan adanya teknologi digital, keberadaan fasilitas smartphone dan lain-lain,” ujar Aziz saat dihubungi Mitrapost.com, Selasa (7/9/2021).

Ia juga mengungkapkan jika banyak orang tua siswa yang belum mampu mengakomodir pembelajaran daring karena keterbatasan kepemilikan smartphone dan kuota belajar. Ditambah lagi, di daerah sekolahnya cukup kesulitan mengakses internet.

Pelaksanaan PTM secara terbatas, pihak sekolahnya telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes). Diantaranya tempat cuci tangan, sabun, pengecekan suhu sebelum masuk gerbang, dan batas antar jemput orang tua siswa.

Baca Juga :   Pemkot Surakarta Kebut Vaksinasi Guru

“Sebagai guru dan pihak sekolah harus tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya. Kami juga memahamkan kepada siswa dan orang tua siswa akan peraturan yang kami berlakukan,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya hanya membatasi 30 persen sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto mengatakan sejak tanggal 6 sampai 20 September 2021, Kabupaten Pati memulai uji coba atau simulasi PTM. Selanjutnya, Pemkab akan melakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutannya. (*)

Komentar