oleh

Tentang Kehalalan Vaksin, Muhammadiyah Pati Menyesuaikan Kebijakan MUI

Pati, Mitrapost.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan uji halal terhadap tiga vaksin Covid-19 yang diimpor ke Indonesia diantaranya Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm.

MUI menetapkan fatwa kehalalan vaksin didasarkan pada tiga hal yaitu, bahan, baik bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong harus halal. Kedua, proses produksi halal harus dijamin tidak terkontaminasi dengan najis. Ketiga, adanya sistem dalam perusahan yang menjamin kehalalan mulai dari hulu sampai hilir.

Diketahui dalam uji tersebut hanya vaksin Sinovac dinyatakan halal, sementara untuk jenis AstraZeneca dan Sinopharm keduanya ditetapkan haram. Kendati demikian vaksin berbahan baku haram tersebut boleh digunakan karena kondisi yang mendesak.

Mengenai fatwa tersebut, PD Muhammadiyah Kabupaten Pati menyesuaikan keputusan yang disampaikanm MUI. Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pati Lintal Muna mengatakan meski ada empat pilihan vaksin yang dipakai di Kabupaten Pati penggunaan vaksin berbahan baku haram sifatnya masih dikategorikan kondisi mendesak.

Stok vaksin nasional saat ini sangat terbatas dan ketersediaan vaksin Sinovac secara internasional tidak mencukupi. Sementara risiko fatal menanti jika negara tidak segera melakukan vaksinasi.

“Kalau Muhammadiyah masalah vaksin tidak mempermasalahkan, dianggap halal boleh untuk vaksin. Biarpun ada empat jenis vaksin. Kelihatannya tidak ada instruksi memilih ini memilih itu. Pakai dalil ynag kedaruratan,” kata Lintal Muna saat diwawancara Mitrapost.com.

Menurutnya selain kehalalan vaksin ada yang juga tak kalah penting yakni bagaimana mendukung gerakan pemerintah percepat vaksinasi untuk menekan penyebaran Virus Covid-19.

“Antusiasme di masyarakat sudah tinggi, harus di dukung.  Sebelumnya juga muhamadiyah mengadakan vaksinasi di RS Fastabiq dengan kapasitas dua ribu baru dibuka pendaftaran sudah habis stoknya,” katanya.(*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral