Mitrapost.com – Beberapa mata uang di negara-negara Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,17 persen, dollar Hong Kong melemah 0,01 persen, dollar Singapura melemah 0,01 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,01 persen. Sedangkan kabar baik melanda Indonesia, pasalnya rupiah menguat 5 poin atau 0,03 persen.
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.387 per dollar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (8/2) pagi. Kondisi ini naik karena sebelumnya Rp14.392 per dollar AS.
Menguatnya nilai tukar mata uang juga dialami won Korea Selatan yang menguat 0,23 persen, baht Thailand menguat 0,15 persen, dan yuan China menguat 0,07 persen.
Sementara, mayoritas mata uang di negara maju menguat. Diketahui, poundsterling Inggris menguat 0,01 persen, dolar Australia menguat 0,13 persen, dan franc Swiss menguat 0,02 persen.
Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Potensi pelemahan berada dalam rentang Rp14.380 sampai Rp14.420.
Ia menyebut faktor penekan rupiah masih sama seperti hari sebelumnya, yakni kenaikan inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS.
Kemudian, tren kenaikan harga minyak mentah yang juga mendorong kenaikan inflasi dan penurunan surplus neraca perdagangan Indonesia, serta gelombang ketiga covid-19 di Tanah Air yang memicu pengetatan pembatasan aktivitas ekonomi.
“Di sisi lain, sentimen positif pelaku pasar terhadap aset berisiko terutama pasar saham bisa menjaga pelemahan rupiah tidak terlalu dalam. Pelaku pasar masih optimis terhadap pemulihan ekonomi di tengah pandemi dengan membaiknya pendapatan perusahaan,” tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul “Rupiah Naik Tipis ke Rp14.387 per Dolar AS, Tapi Berpotensi Melemah.”
Redaksi Mitrapost.com




