oleh

14 Kasus Kematian Bayi di Kudus, sejak Januari hingga Maret 2022

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Kudus, Mitrapost.com – Angka Kematian Bayi (AKB) di Kudus mencapai 14 kasus terhitung sejak bulan Januari sampai Maret 2022. Menurut pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kematian bayi.

Nuryanto selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus menjelaskan salah satu faktornya adalah kurangnya fokus pelayanan terhadap ibu hamil dan bayi oleh fasilitas kesehatan. Karena banyak tenaga kesehatan yang terpapar oleh virus Corona, sehingga mengakibatkan banyak program-program mengenai kesehatan ibu dan anak terhambat.

“Terjadinya penurunan pelayanan imunisasi dasar bagi balita dan pemeriksaan kecukupan gizi balita,” jelas Nuryanto kepada mitrapost.com Senin (28/03/22).

Menurut analisa dari Nuryanto, perkembangan kasus Kematian Bayi di Kudus cenderung membaik. Dilihat dari data kasus tiga tahun yang lalu. Jumlah kasus kematian bayi mengalami penurunan yang signifikan.

Baca Juga :   PBNU Rilis Aplikasi Pesan NUChat

“Untuk kematian bayi tahun 2020 ada 122 kasus tahun 2021 ada 96 kasus jadi untuk kematian bayi mengalami penurunan kasus,” ungkapnya.

Pasalnya dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus kematian bayi di Kudus. Dalam upaya tersebut, Dinkes sudah membangun tim percepatan penurunan angka kematian bayi.

“Memberikan pemeriksaan antenatal care sesuai standar, memberikan pelayanan persalinan bersih dan aman oleh tenaga kompeten,  kunjungan neonatal 3 kali, kunjungan Nifas 4 kali, dll, “Jelasnya.

Dari semua upaya tersebut, ia mengharapkan semua program pencegahan Angka Kematian Bayi (AKB) berjalan sesuai rencana. Sehingga AKB semakin menurun.

“Semua kehamilan harus direncanakan dan pastikan kondisi ibu sehat, Hindari hamil saat 4 T(terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu sering) dan ALKI( Anemia ,lila kurang dari 23,5 cm penyakit kronis, menderia infeksi menular sexusl) Lakukan pemeriksaan kehamilan minimsl 6x selama hamil, dan lain lain, ” pungkasnya.  (*)

Baca Juga :   Presiden Joko Widodo akan Berpidato di Majelis Umum PBB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar