oleh

Sebagian Besar Kebutuhan Pokok di Malang Alami Kenaikan Harga

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Malang, Mitrapost.com – Sebagian besar kebutuhan pokok yang ada di kota Malang mengalami kenaikan harga, menjelang lebaran Idulfitri tahun 2022 ini.

Hal tersebut dipastikan usai Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melaksanakan pemantauan ketersediaan dan keerjangkauan harga bahan kebutuhan dan harga ke sejumlah titik di Kota Malang, Rabu (27/4/2022).

“Biasanya kalau tidak ada kenaikan harga BBM juga ada kenaikan harga bahan pokok walau tidak signifikan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu kebutuhan pokok yang memiliki daya ungkit inflasi adalah minyak goreng. Akan tetapi, untuk saat ini, pihaknya memastikan bahwa ketersediaan minyak goreng di kota Malang dalam kondisi aman.

Baca Juga :   DPRD Pati Ungkap Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok Masih Kurang

Selain minyak goreng, bahan pokok yang juga mengalami kenaikan harga diantaranya adalah gula, tepung terigu, hingga bumbu dapur.

“Gula juga mengalami kenaikan walau tak signifikan. Kenaikan signifikan adalah tepung terigu yang naiknya hampir 20 persen per kilogram, demikian juga cabai dan bawang merah. Beras harganya masih standar, yang naik cukup banyak itu adalah daging ayam, itu wajar, naik sekitar Rp5.000,00. Untuk telur saya kira juga kenaikannya tidak signifikan, hanya sekitar Rp 1.000,00,” ujar Sutiaji.

Terkait bahan bakar, Sutiaji juga mengungkapkan bahwa ketersediaan BBM juga LPG diupayakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina juga telah memperhitungkan adanya cadangan BBM guna antisipasi naiknya permintaan.

Baca Juga :   Hujan Es Terjadi di Malang

“Tidak perlu dikhawatirkan. Barangnya di sini siap, tapi jangan sampai ada keterlambatan atau kendala di lapangan ketika supply barang. Masyarakat tidak perlu ada kepanikan. Bulog juga menyampaikan bahwa ketersediaan pangan kita itu sudah sampai enam bulan yang akan datang. Kita ada 6.000 ton yang tersedia di Bulog,” tutur pria berkaca mata ini.

Pihaknya mengingatkan agar tidak sampai ada panic buying di masyarakat. “Sampaikan ke masyarakat tidak usah ada kepanikan, bahwa barang tersedia, semuanya, LPG, bensin dan kebutuhan bahan pokok lainnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Samsun Hadi mengungkapkan, peran TPID di sini utamanya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, baik bahan pangan dan bahan bakar.

Baca Juga :   Perantingan Pohon Besar di Surabaya Diolah Jadi Furnitur Hingga Bahan Bakar

“Yang terpenting kebutuhan masyarakat selama Lebaran terpenuhi dengan baik. Kita akan terus memantau pergerakan harga barang kebutuhan pokok. Kita juga sudah memonitor kebutuhan pokok yang memang siklus tahunannya naik,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar