oleh

Ceo dari Induk Shopee Forrest Li, Alami Kerugian Rp250 Triliun

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Forrest Li yang merupakan pendiri dan juga CEO SEA Ltd mengalami kerugian hingga Rp250 triliun.

SEA Ltd merupakan induk dari perusahaan Shopee dan Garena. Forrest Li diketahui pernah memperoleh predikat sebagai orang terkaya di Singapura dengan kekayaan sebesar 22 miliar US dolar atau setara dengan Rp319 triliun (asumsi Rp 14.500/US$).

Dilansir dari CNBC Indonesia, berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, saat ini kekayaan Forrest Li tersisa US$4,7 miliar atau setara Rp68,15 triliun.

Angka tersebut menunjukkan jika harta Li kini menyusut sebesar Rp 250,85 triliun. Ia pun sudah tidak lagi mendapat predikat sebagai orang terkaya di Singapura.

Kekayaan Forest Li yang menurun disebabkan oleh turunnya harga saham SEA di bursa saham AS. Hal ini membuat kapitalisasi pasar dari perusahaanya hilang sebesar  US$1.

Baca Juga :   Kasus Penganiayaan Kakek Terduga Pencuri Tas di Majalengka Berakhir Damai

Dampak yang ditimbulkan dari hal ini adalah di tutupnya operasi Shopee di India dan Perancis. Selain itu, laporan keuangan perusahaannya juga menunjukkan posisi yang mengecewakan.

Mengutip dari Channel News Asia, rugi bersih dari perusahaan SEA membengkak pada kuartal pertama tahun lalu, yang disebabkan oleh perusahaan yang mempercepat ekspansinya.

Adanya penurunan kekayaan Forrest Li sebesar 80% dari bulan Oktober 2021 ini menunjukkan adanya kerentanan saham pada sektor teknologi.

Peningkatan pesat kekayaannya ditopang oleh tingginya permintaan layanan seperti e-commerce Shopee dan game Garena selama pandemi Covid-19.

Namun kemudian hal ini terancam karena adanya perang Ukraina Rusia serta kenaikan suku bunga acuan yang ditetapkan bank sentral sebagai usaha untuk mengendalikan inflasi yang sudah naik.

Baca Juga :   Apa Itu RUU TPKS? Presiden Jokowi Berharap Segera Disahkan

“SEA akan menghadapi tantangan yang meningkat pada tahun 2022,” ujar Shawn Yang selaku managing director Blue Lotus Capital, yang memangkas target harga SEA dari US$180 per saham menjadi US$105 pada 10 Mei lalu.

Perwakilan dari SEA sendiri menolak untuk berkomentar atas hal ini. Sebetulnya, penurunan kekayaan para bos sektor teknologi tak hanya dialami oleh Forrest Li. Namun juga Eric Yuan bos  dari Zoom juga kehilangan kekayaan sebesar US$4,4 miliar. Lalu juga ada Jeff Bezos pendiri Amazon yang kehilangan kekayaan US$58 miliar. (*)

Komentar