Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengharapkan sekolah lapang yang ditujukan kepada para petani lebih digiatkan lagi.
Sebagai informasi, Sekolah Lapang merupakan salah satu kegiatan dari program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).
Suharto Pejabat Analis Lahan Pertanian Dispertan Kabupaten Pati menyampaikan bahwa dalam program tersebut, lebih menekankan pada kearifan lokal.
“Karena program IPDMIP ini lebih berpegang kearifan lokal materinya lebih ke pemanfaatan bahan yang ada disekitar, salah satunya membuat pupuk dari kotoran sapi,”ujarnya kepada Mitrapost.com.
Ia menjabarkan bahwa Sekolah Lapang digelar dengan menyesuaikan petani yang ada di masing-masing wilayah.
“Jam pelaksanaan kita mengikuti petani aja mbak, kadang kan mulai jam segini gak bisa jadinya kita ngikut mereka aja,”ucapnya.
Dengan digelarnya program ini, anggota Dewan Komisi B Nur Sukarno mengharapkan bisa lebih digiatkan lagi.
Dalam kegiatan sekolah lapang, petani lebih mudah menyerap pengetahuan tentang pertanian karena para petani bisa melakukan praktik secara langsung.
“Saya selaku anggota Komisi B tetap mendorong agar supaya sekolah lapang lebih digiatkan lagi,”ucapnya kepada Mitrapost.com.
Anggota dewan tersebut juga mengatakan bahwa beberapa bulan lalu, pihaknya turut berkontribusi dalam kegiatan Sekolah Lapang di kecamatan Gabus.
“Seperti 3 bulan yang lalu kita kolaborasi dengan BPP Kecamatan Gabus dan menghadirkan penemu Biosaka yakni Moh. Anshar dari Blitar sebagai Insilator penyehat tanaman sehingga penyerapan nutrisi zat hara mikro di tanah bisa maksimal.”tuturnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com


