Pati, Mitrapost.com – Bencana banjir berkali-kali menerjang Kabupaten Pati pada awal musim penghujan ini. Banjir paling tinggi dampaknya yakni yang terjadi di Pati selatan, Rabu (30/11/2022) malam. Banjir ini disebut-sebut beberapa kalangan merupakan yang terparah sejak beberapa tahun lalu.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin berharap pemerintah pusat membuka mata untuk dilakukan penghijauan kembali.
“Dengan kejadian banjir, banjir dan banjir khususnya di Kabupaten Pati ini, pemerintah pusat melek mata agar dilakukan penghijauan kembali di pegunungan kendeng,” kata dia.
Selain melakukan penghijauan, lanjut dia, juga harus menjaga. Dalam menjaga ini perlu ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat.
“Masyarakat juga harus membantu menjaga. Jangan sampai sudah di tanam malah di tebangi ataupun dihabisi sama-sama ikut membantu,” ungkapnya kepada mitrapost.com belum lama ini.
Menurutnya, masyarakat mempunyai peranan penting untuk menjaga agar tidak ada yang menebangi pohon dengan seenaknya. Yang mana jika dibiarkan begitu saja, nanti yang rugi masyarakat itu sendiri.
“Karena dampak dari hutan gundul kan banjir. Banjir itu kan yang terkena masyarakat sendiri. Sehingga kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada tanggal 14 Desember 2022 akan dilakukan mitigasi non struktural atau mitigasi vegatatif dengan menanam 5.000 pohon keras, pohon buah dan rumput vertifer di area lereng kendeng sekitar dukuh Gower Desa Karangawen Kecamatan Tambakromo. (adv)

Wartawan Mitrapost.com





