Pati, Mitrapost.com – Momen lebaran atau hari raya Idulfitri pastinya dilengkapi dengan kemeriahan. Seperti takbir keliling yang dijadikan simbol dari hari kemenangan setelah menjalani satu bulan penuh berpuasa.
Anggota Komisi A DPRD, Warsiti mengimbau kepada aparat keamanan dalam hal ini TNI, Polri, Satpol PP, dan pihak terkait untuk menertibkan momentum malam takbir 1 syawal 1444 hijriah.
“Imbauan kami juga dari keamanan dari kepolisian mengawal dan menertibkan adanya Tarling (takbir keliling) ini hingga jangan terjadi kerusuhan,” ujar Warsiti saat dihubungi mitrapost kemarin.
Politisi dari partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) itu mengakui bahwa takbir keliling kerap diwarnai dengan insiden kekerasan dan tawur antar desa.
Meski demikian, ia menganggap momen takbir keliling harus ada karena merupakan hak dan yang dinantikan oleh masyarakat.
Sebelumnya, untuk menjaga ketertiban masyarakat pada malam lebaran 1444 hijriah, Pemkab Pati bersama Polresta Pati menyelenggarakan operasi Ketupat Candi 2023
Operasi ini juga bertujuan mengamankan jalur mudik pada masa lebaran. Checking akhir operasi ketupat candi telah dilakukan pada Senin (17/4) lalu.
Apel dipimpin langsung oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro. Ujarnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas TNI Polri serta stakeholder dalam rangka pengamanan hari Raya Idulfitri.
“Pada intinya kita semua harus tetap waspada. Jadi seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Pati ini baik itu dari TNI, Polri, maupun unsur masyarakat lainnya harus siap terkait dengan bagaimana kita menciptakan situasi dan kondisi selama perayaan Idulfitri”, ujar Henggar dalam amanatnya.
Operasi Ketupat Candi 2023 sendiri, akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan, yakni mulai tanggal 18 April hingga 1 Mei 2023. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






