Pati, Mitrapost.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno mengatakan dampak cuaca tak menentu berdampak pada penghasilan nelayan.
“Kemudian untuk hasil menyang, kemarin saya tanya ke beberapa nelayan itu penghasilannya justru minim sekali,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan dari beberapa nelayan yang diterimanya, mengaku penghasilan kru nelayan dalam sekali melaut dengan waktu 7 hingga 8 bulan hanya berkisar rata-rata Rp2,5 juta saja.
“ada yang 7 bulan hingga 8 bulan melaut setiap orang hanya mendapatkan 2,5 juta,” imbuh Politisi senior Partai Golkar tersebut.
Sementara itu, dengan kondisi tersebut maka secara otomatis berdampak pada ekonomi di keluarga para kru nelayan.
Sukarno mengatakan bahkan dengan penghasilan yang minim tersebut, terdapat kru kapal yang digugat cerai oleh sang istri karena permasalahan ekonomi.
“Dampaknya apa, salah satunya ya crew-crew nelayan yang digugat cerai istrinya, kan lucu, ternyata dampaknya luar biasa penurunan ekonomi dari sektor ini,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia juga mengaku bahwa berdasarkan laporan dari prediksi cuaca yang dilakukan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa sekitar bulan April dan Mei sudah memasuki musim kemarau.
Dengan demikian seharusnya sudah ada antisipasi langkah yang harus ditempuh saat melakukan kegiatan melaut dengan kondisi panas yang cukup tinggi. (Adv)






