Pati, Mitrapost.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan hasil Susenas Maret 2022 angka putus sekolah di Indonesia meningkat pada 2022 sejak 2019.
Secara rinci, angka putus sekolah di jenjang SMA mencapai 1,38% pada 2022, angka putus sekolah di jenjang SMP tercatat sebesar 1,06% pada 2022. Sedangkan angka putus sekolah di jenjang SD juga masih terbilang sebesar 0,13%.
Menanggapi fenomena tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah prihatin dengan meningkatnya angka putus sekolah di tahun 2022 lalu.
“Kami prihatin dengan meningkatnya angka putus sekolah di tahun 2022. Jika dilihat dari persentase kecil, akan tetapi kalau dilihat dengan jumlah menjadi kelihatan sangat besar,” ucapnya.
Muntamah memberikan contoh, dari 1.000 penduduk Indonesia, terdapat 13 anak yang putus sekolah untuk jenjang SMA. Menurutnya, jika jumlah tersebut terus dipertahankan, maka timbullah berbagai permasalahan baru seperti meningkatnya pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, dan kenakalan remaja.
Oleh karena itu, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati tersebut juga mendorong Pemerintah untuk lebih serius mencari solusi mengatasi tingginya angka putus sekolah.
“Kami terus mendorong dan memberikan saran kepada Pemerintah agar ada penanganan serta kerja bersama guna mengantisipasi adanya anak putus sekolah,” jelasnya.
“Dengan adanya putus sekolah juga rentan pernikahan usia dini, belum matangnya usia anak ada dampak psikis mau psikologis bagi mereka,” imbuhnya. (adv)

Wartawan Mitrapost.com



