Pati, Mitrapost.com – Polemik Warga Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu yang secara kompak menolak aktivitas tambang galian C menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno.
Penolakan ini dilandasi karena akses jalan di Desa Lahar jadi rusak, akibat tertimpa material tanah galian. Selain itu, jalan menjadi licin saat hujan dan berdebu saat panas. Yang lebih parahnya lagi, lahan pertanian di samping tambang menjadi rusak.
Sukarno meminta masyarakat untuk tenang dan berharap persoalan ini dapat mengedepankan musyawarah, supaya tidak ada yang menyalahi hukum yang ada.
“Kami harap masyarakat dapat tenang dan dapat menjaga situasi,” ungkap Sukarno kepada mitrapost.com, Sabtu (13/5/2023).
Dengan adanya penolakan tambang galian C oleh masyarakat, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mendorong Pemerintah agar segera menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Kami mendorong Pemerintah segera terjun ke galian C tersebut. Apakah di lokasi itu sudah menyalahi aturan atau izin yang berlaku. Jika sudah menyalahi, segera ditindak,” tegasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya ratusan warga Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu menggeruduk lokasi tambang galian C. Hal ini dilakukan karena mereka menolak adanya tambang yang berada di perbatasan Desa Lahar dan Desa Sumbermulyo pada hari Jumat (12/5/2023).
Perwakilan Warga, Aan mengatakan bahwa tambang galian ini telah merugikan warga setempat. Alhasil, mereka menutup akses jalan menuju ke tambang agar dump truk tidak bisa lewat.
“Tambang ini jelas sudah merugikan warga setempat. Sehingga warga menutup akses jalan menuju ke tambang,” paparnya. (Adv)





