Mitrapost.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, awal musim hujan diperkirakan terjadi paling awal pada akhir bulan September.
Sedangkan di Jawa Tengah sendiri, awal musim hujan secara umum diprediksi terjadi pada bulan Oktober 2024.
Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jateng, Sukasno. Sedangkan puncak musim hujan kemungkinan terjadi pada Februari 2025.
“Puncak musim hujan 2024/2025 diperkirakan terjadi pada Febuari 2025,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Musim hujan kali ini dapat terjadi selama sekitar enam hingga sembilan bulan.
“Umumnya 6 sampai 8 bulan. Maksimal 9 bulan,” ujarnya.
Sedangkan pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, masyarakat diimbau untuk waspada akan potensi terjadinya cuaca ekstrem.
“Seperti petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan lebat dengan waktu singkat yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” jelasnya.
Pada musim hujan, bencana hidrometeorologi juga berpotensi terjadi. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah agar memperhatikan hal tersebut. Upaya antisipasi pun diharapkan bisa dilakukan misalnya dengan melakukan perbaikan saluran air.
“Selain itu diimbau melakukan perbaikan bendungan, penguatan tanah yang labil, pemangkasan dahan yang rindang, reboisasi wilayah dataran tinggi yang gundul atau kurang vegetasi,” jelasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






