Jepara, Mitrapost.com – Menyusul bencana tanah longsor dari sejumlah 18 titik di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) tercatat masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan secara total.
Melansir dari Tempo, rincian data tersebut dijelaskan langsung oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto.
Dalam hal ini, bencana longsor dengan karakter kerusakan berat hingga kritis ini terjadi pada Jumat lalu (09/01/2026), setelah diguyur oleh adanya hujan deras.
Dari sejumlah titik longsor, salah satu yang terparah berada pada lokasi di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”, di mana yang terlihat adalah hilangnya badan jalan sepanjang 50 meter setelah tergerus oleh aliran Sungai Gelis.
“Titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak. Di lokasi itu, badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat sungai yang berpindah aliran,” jelas Arwin.
Selain kerusakan pada akses transportasi, bencana longsor di Desa Tempur juga berdampak pada sedikitnya enam unit rumah warga yang mengalami kerusakan, mulai dari terendam lumpur hingga rusak total.
Kemudian, jaringan listrik di Desa Tempur juga dilaporkan BPBD mengalami kepdaman total, setelah robohnya satu tiang listrik dan satu tiang lainnya yang berada dalam kondisi miring sehingga membahayakan bagi warga sekitar.
Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang aliran Sungai Gelis juga dilaporkan telah hanyut dan mengalami kerusakan akibat terjangan longsor dan luaran air. Seluruh dampak yang dihasilkan dari bencana longsor ini mempengaruhi perekonomian masyarakat di Desa Tempur.
Meski begitu, berbagai upaya darurat terus dilakukan oleh BPBD Jepara, mulai dari koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional, pembukaan dapur umum, hingga pengerahan alat berat berupa ekskavator.
“Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, tetapi belum tuntas karena terkendala kondisi cuaca.” (*)

Redaksi Mitrapost.com






