Mitrapost.com – Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada presentase 0,47 persen ke posisi 9.075,41. Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga tercatat mengalami kenaikan secara signifikan yang menunjukkan kuatnya kepercayaan, meski volume transaksi mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Oleh sebab itu, sentimen global yang lebih berhati-hati dengan dinamika nilai tukar rupiah turut membentuk ruang pergerakan pasar menuju perdagangan Senin (19/01/2026) yang berpeluang melanjutkan konsolidasi IHSG dengan kuatnya bias moderat.
- BBRI – Bank Rakyat Indonesia
Melansir dari IDX Channel, saham BBRI diketahui mematok harga penutupan pada angka Rp3.820. Karena BBRI termasuk dalam saham yang diborong oleh asing pada penutupan terakhir, maka perdagangannya diprediksi mengalami kenaikan sebesar Rp3.880 — Rp3.930.
Ketika arus modal asing tercatat positif dan IHSG sedang berada dalam sebuah tren penguatan bertahap, sektor yang utamanya berfokus pada bank komersial besar ini sering menjadi lead market, hingga memberi gambaran dukungan permintaan terjaga.
- BBCA – Bank Central Asia
Pada penutupannya yang menunjukkan angka Rp8.075, BBCA tetap menjadi barometer sektor perbankan dengan likuiditas tinggi dan volatilitas hariannya yang relatif terukur. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenaikannya mencapai Rp8.200 — Rp8.300.
Selain itu, saham ini juga berpeluang melanjutkan tren konsolidasi positif bersama indeks dalam pasar yang biasnya naik secara moderat, mengingat sektor perbankan besar telah jadi salah satu sektor core dalam struktur IHSG.
- INCO – Vale Indonesia
Perusahan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi ini menutup perdagangannya di angka Rp6.350. Karena sektor ini mendapatkan dukungan dari tren harga komoditas global yang kuat pekan lalu, kenaikannya diprediksi mencapai kisaran hingga Rp6.460 — Rp6.540.
Alasan lain dari prediksi kenaikan tersebut juga berasal dari saham INCO yang sempat masuk dalam daftar dengan net buy investor asing, menunjukkan minat fundamentalnya terhadap ekspose dalam komoditas.
- JPFA – Japfa Comfeed Indonesia
Pada penutupan terakhir di angka Rp2.700, saham JPFA ini termasuk salah satu yang dibeli bersih oleh asing sehingga menunjukkan dukungan permintaan dalam sektor agrikultur/pangan.
Karena sektor tersebut cenderung lebih stabil ketika pasar umum mengkonsolidasikan reli indeks dan mempertahankan permintaan domestik, maka target kenaikannya di perdagangan Senin dapat mencapai hingga Rp2.740 — Rp2.800.
- MDKA – Merdeka Copper Gold
Diketahui, saham MDKA yang berfokus pada sektor tambang logam besar ini menunjukkan penutupannya dalam angka Rp2.990. Sementara, prediksi kenaikannya diperkirakan mencapai angka Rp3.040 — Rp3.100.
Angka tersebut didapat dari peluang MDKA dalam mempertahankan sebuah momentum harian dengan responsnya yang positif terhadap penguatan komoditas logam dan minat investor asing terhadap sumber daya. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






