IHSG Ditutup Menurun, Berikut Saham yang Diproyeksikan Positif Pada Awal April 2026

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin, 30 Maret 2026, mengalami penurunan sebesar 0,08% ke level 7.091,67, mencerminkan pergerakan pasar yang cenderung stagnan dengan tekanan ringan.

Untuk Rabu, 1 April 2026, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan bias penguatan terbatas, terutama jika ada dorongan teknikal dari saham big caps, namun ruang kenaikan tetap terbatas karena belum adanya katalis kuat.

BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Sektor perbankan ini tetap menjadi saham yang paling stabil dengan dominasi likuiditas tinggi. Dalam kondisi IHSG yang sideways, saham ini sering menjadi tempat akumulasi karena risikonya relatif lebih terjaga dan pergerakannya cenderung mengikuti arah stabilisasi indeks.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp6.450, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp6.490 — Rp6.590.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

Diketahui, BBRI memiliki karakter pergerakan yang lebih aktif dibanding BBCA, sehingga dalam fase pasar yang datar sekalipun, saham ini masih mampu memberikan peluang kenaikan moderat. Likuiditas tinggi membuatnya menjadi salah satu saham utama dalam rotasi dana harian.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp3.360, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp3.590 — Rp3.620.

BMRI – PT Bank Mandiri Tbk

Dalam kondisi konsolidasi, saham yang berada di tengah antara defensif dan agresif ini sering menunjukkan kenaikan yang lebih rapi karena didukung oleh kombinasi fundamental kuat dan minat institusi.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp4.700, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp4.735 — Rp4.832.

TLKM – PT Telkom Indonesia Tbk

Saham ini tercatat memiliki karakter defensif dengan arus kas stabil. Dalam kondisi pasar tanpa arah kuat, saham TLKM sering menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas portofolio sambil tetap memberikan peluang kenaikan moderat.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp3.040, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp3.064 — Rp3.125.

ASII – PT Astra International Tbk

Pada fase pasar yang cenderung stagnan, saham dengan eksposur luas ke berbagai sektor ekonomi domestic ini sering bergerak mengikuti stabilisasi ekonomi makro dan menjadi opsi diversifikasi di luar perbankan.

Meski sebelumnya perdagangan sempat ditutup di angka Rp6.350, namun pergerakan saham ini diproyeksikan akan berada di level Rp6.413 — Rp6.566. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati