Mitrapost.com – Berdasar pada banyaknya kasus keracunan yang terjadi di lingkungan sekolah, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan terkait pentingnya menerapkan standar keamanan pangan dalam melaksanakan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso mengatakan bahwa masalah kesehatan yang terjadi pada siswa penerima manfaat program MBG seperti mual dan diare, kemungkinannya berkaitan dengan adanya masalah pada penerapan standar keamanan pangan.
“Nama programnya Makan Bergizi Gratis, tapi yang paling basic adalah standar keamanan pangan,” ucap Piprim setelah acara media briefing IDAI di Balai Budaya, Jakarta, dikutip dari Antaranews, Selasa (07/04/2026).
Menurut Piprim, sejumlah proses seperti penyiapan, pengolahan, hingga kepada penyajian makanan yang dilakukan di dalam program MBG, harusnya memenuhi standar keamanan pangan supaya tidak memberi dampak buruk terhadap penerima manfaat yang mengonsumsinya.
Anggapan ini keluar, setelah sejumlah 72 siswa di Jakarta Timur mengalami keracunan dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare hingga diharuskan untuk dirawat di rumah sakit, lantaran diduga mengonsumsi makanan dari program MBG yang dibagikan pada Kamis (02/04/2026).
Oleh sebab itu, pihaknya menyebut terkait pelaksanaan audit keamanan pangan yang harus segera dilakukan di seluruh tahapan pelaksanaan program MBG, mulai dari proses penyiapan makanan di dapur hingga pendistribusiannya kepada penerima manfaat.
“Ada kemungkinan standar keamanan pangannya tidak terpenuhi dengan baik, ini harus diaudit,” katanya.
“Ini menyangkut nyawa manusia, jadi audit harus dilakukan dengan ketat,” tambahnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com




