Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan, Senin (13/04/2026), tepatnya pukul 09:33 WIB kembali berada dalam posisi penurunan yang tajam di poin 19,39 atau sebesar 0,26% hingga ke level 7,439.11.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BUVA – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Saham ini diketahui kerap menunjukkan lonjakan volume dan pergerakan harga yang cepat dalam satu sesi, sehingga menciptakan peluang range intraday maupun momentum spike yang ideal untuk strategi quick in–out.
Selain itu, BUVA menarik untuk scalping karena memiliki karakter pergerakan yang sangat volatil dan sering dipengaruhi aktivitas trader jangka pendek serta sentimen korporasi.
BUMI – PT Bumi Resources Tbk
Pergerakan harga yang cepat dan sering membentuk micro swing berulang dalam satu hari, terutama saat sektor energi aktif, membuat saham ini cocok untuk memanfaatkan momentum jangka pendek maupun reversal cepat.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Dalam kondisi pasar yang aktif, ANTM sering mengalami pergerakan naik-turun cepat disertai volume besar, sehingga membuka peluang scalping melalui breakout maupun pullback intraday. Selain itu, saham ini juga memiliki volatilitas tinggi karena bergerak di sektor komoditas logam seperti emas dan nikel yang sensitif terhadap sentimen global.
MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk
Diketahui, pergerakan MDKA yang sering mengikuti dinamika harga komoditas dan sentimen sektor, membuatnya membentuk pola rebound dan retracement cepat yang bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek hanya dalam satu sesi.
BREN – Barito Renewables Energy Tbk
Likuiditas BREN yang kuat serta kecenderungan untuk membentuk range intraday membuat saham ini cocok dalam strategi scalping berbasis support–resistance maupun momentum kecil.
Selain itu, BREN juga menarik untuk scalping karena merupakan saham energi terbarukan dengan kapitalisasi besar namun tetap menunjukkan pergerakan intraday yang aktif, terutama saat ada sentimen sektor energi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






