Pati, Mitrapost.com – Ribuan nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini digelar di Alun-alun Simpang Lima Pati, Senin (04/05/2026).
Massa terpantau mulai memadati lokasi sejak pukul 08.50 WIB. Selain itu, polisi juga melakukan penjagaan ketat di sekitar kantor Bupati Pati dan DPRD Kabupaten Pati.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Riswanto, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi membuat para nelayan, khususnya di Bumi Mina Tani, merasa keberatan. Pasalnya, kenaikan harga BBM non subsidi naik lebih dari 4 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Karena BBM harganya sudah tidak bisa kami beli,” kata dia saat memberikan orasi.
Maka dari itu, lewat aksi unjuk rasa hari ini, para nelayan di Pati meminta kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk melanjutkan aspirasi mereka ke pemerintah pusat. Harapannya, pemerintah pusat menurunkan kembali harga BBM non subsidi.
“Maka hari ini kita bersama-sama meminta kepada pemerintah pusat, karena ini kebijakan pemerintah pusat. Kita ajukan di pemerintahan daerah. Untuk mengajukan permohonan penurunan,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Kapolresta Pati, Kombespol, Jaka Wahyudi, menyebut sebanyak 1.700 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengawalan aksi demo nelayan. Pihaknya mengimbau kepada para nelayan untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas.
“Saya sampaikan kepada masyarakat Pati bahwa kemarin kita sudah rapat dengan Korlap, sepakat bahwa aksi ini adalah aksi damai sehingga kita mengimbau kepada masyarakat yang hadir (nelayan) tetap menjaga situasi Kamtibmas (agar) aksi tetap kondusif, damai, kemudian aspirasi disampaikan,” ujar Kombespol Jaka Wahyudi saat ditemui Wartawan usai menggelar apel gabungan di Pendopo.
Lebih lanjut, aksi ini diikuti oleh sekelompok nelayan dengan jumlah kurang lebih 5.000 orang.
“Perkiraan masa yang disampaikan oleh Korlap sampai saat ini sekitar 5.000 an,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com





