Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Rabu (06/05/2026) dengan kenaikan mencapai 29,23 poin (0,41%) ke level 7.086,34, didukung mayoritas sektor yang menghijau dan sentimen positif domestik, namun tetap rawan koreksi jangka pendek.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dalam kondisi pasar yang menguat namun masih berpotensi koreksi, BMRI cenderung membentuk pullback dan rebound cepat di intraday, sehingga memberikan peluang trading jangka pendek berbasis momentum maupun reversal di area teknikal.
Selain itu, BMRI juga disebut cocok untuk scalping karena sebagai saham perbankan besar yang sangat likuid, pergerakannya sangat responsif terhadap penguatan IHSG di pembukaan hari ini.
TINS – PT Timah Tbk
Karena TINS bergerak di sektor komoditas logam yang sensitif terhadap sentimen global, saham ini menarik untuk scalping lantaran bahan baku menjadi salah satu yang menguat paling tinggi hari ini.
Kemudian, volatilitas harganya yang tinggi juga membuat saham TINS sering menciptakan spike intraday dan quick reversal, sehingga cocok untuk strategi scalping berbasis momentum.
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Dalam kondisi pasar aktif dengan banyak saham naik, BBCA yang memiliki likuiditas sangat tinggi dan menjadi salah satu penggerak utama IHSG yang sedang menguat biasanya membentuk range intraday yang stabil namun cukup aktif.
Hal tersebut memungkinkan scalper untuk memanfaatkan pergerakan kecil berulang dengan risiko relatif lebih terukur.
AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
Saham sektor energi seperti AADI cenderung memiliki pergerakan intraday yang cepat mengikuti perubahan sentimen sektor, sehingga sering menciptakan peluang breakout kecil maupun pullback cepat dalam satu sesi perdagangan.
BNBR – PT Bakrie & Brothers Tbk
Dalam kondisi IHSG menguat dan pasar aktif, saham seperti BNBR biasanya mengalami lonjakan volume dan pergerakan harga cepat, sehingga ideal untuk strategi momentum scalping maupun range trading agresif.
Selain itu, BNBR cocok untuk scalping karena memiliki karakter saham dengan volatilitas tinggi dan sering diperdagangkan secara aktif oleh trader jangka pendek. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





