Mitrapost.com – Seorang mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, diduga disekap dan diperkosa setelah tertipu lowongan pekerjaan (loker). Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, inisial FR (30).
Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan penyekapan pada Rabu (13/5/2026). Petugas kemudian datang ke lokasi, dan menemukan korban dalam kondisi tangan terikat di dalam kontrakan di Kecamatan Tamalate.
“Jadi saat kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut,” kata dia, Rabu, dikutip Detik.
“Setelah tiba di TKP, kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” lanjut dia.
Berdasarkan keterangan korban, ia mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai baby sitter dari pelaku lewat media sosial Facebook. Akhirnya, korban diminta datang ke sebuah rumah di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate pada Jumat (8/5/2026).
“Korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian,” tutur Latif.
Setelah korban datang, ia diminta menginap di rumah tersebut. Rumah tersebut diduga disewa oleh pelaku selama tiga hari. Namun, bukannya mendapatkan pekerjaan, korban kemudian disekap dan diperkosa selama tiga hari oleh pelaku.
“Pelaku diduga merupakan pihak yang menyewa rumah tersebut selama kurang lebih tiga hari,” terang dia.
“(Korban) diminta datang serta menginap di rumah tersebut. Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban,” lanjutnya.
Kasus ini terungkap saat pemilik rumah melakukan pengecekan pada Minggu (10/5/2026). Pemilik mendapati korban berada di dalam rumah dalam kondisi memprihatinkan, sehingga pihaknya langsung menghubungi kepolisian.
“Pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis. Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” paparnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






