Mitrapost.com – Pada penutupan perdagangan awal bulan, Rabu, 1 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat 0,92% atau bertambah 51,92 poin ke level 5.695,11, didorong oleh lonjakan saham big caps di sektor energi dan barang baku.
Untuk perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, peluang penguatan lanjutan masih terbuka, namun cenderung berlangsung secara selektif, khususnya bagi saham yang memiliki katalis sektoral, momentum teknikal yang sehat, dan didukung volume transaksi.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Meskipun sektor keuangan belum menjadi pemimpin kenaikan pada perdagangan sebelumnya, saham berkapitalisasi besar seperti BBRI berpotensi menjadi tujuan rotasi dana apabila sentimen pasar tetap kondusif, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.670.
Likuiditas yang sangat tinggi juga membuat BBRI relatif menarik bagi pelaku trading jangka pendek ketika IHSG bergerak menguat, dengan kisaran Rp2.723 — Rp2.803, karena sektor perbankan besar mulai menunjukkan stabilisasi setelah tekanan jual yang cukup panjang.
RAJA – PT Rukun Raharja Tbk
Diketahui, RAJA menjadi salah satu saham energi dengan momentum yang menonjol seiring penguatan sektor sebagai pemimpin indeks sektoral pada penutupan 1 Juli 2026, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.970.
Penguatan ini didukung meningkatnya minat terhadap emiten berbasis infrastruktur energi domestik. Selama volume transaksi tetap terjaga, saham RAJA memiliki peluang melanjutkan momentum tanpa bergantung pada pergerakan spekulatif semata dengan kisaran Rp4.089 — Rp4.248.
MBMA – PT Merdeka Battery Materials Tbk
Diketahui, MBMA kembali menarik perhatian pasar setelah menjadi salah satu penguat terbesar pada sesi sebelumnya. Selain ditopang sentimen sektor barang baku yang menguat, perusahaan ini masih memperoleh dukungan dari prospek rantai pasok kendaraan listrik dan hilirisasi mineral.
Pencapaian tersebut terlihat dari penutupan perdagangannya yang berada di angka Rp510. Selama minat beli terhadap saham berbasis nikel bertahan, MBMA berpeluang mencatat volatilitas positif yang lebih tinggi dibanding rata-rata pasar, dengan kisaran Rp525 — Rp551.
ESSA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Diketahui, ESSA berpotensi bergerak aktif karena memiliki eksposur terhadap sektor energi sekaligus petrokimia yang sensitif terhadap perubahan harga komoditas dan sentimen global. Saham ini juga beberapa kali masuk dalam radar pelaku pasar ketika terjadi rotasi menuju sektor energi.
Pencapaian tersebut terlihat dari penutupan perdagangannya yang berada di angka Rp540. Dengan karakter pergerakan yang responsif terhadap peningkatan volume transaksi, ESSA layak dipantau untuk perdagangan harian, dengan kisaran Rp551 — Rp572.
PTBA – PT Bukit Asam Tbk
Selain memiliki fundamental yang relatif kuat dibanding banyak emiten komoditas lainnya, saham PTBA kerap memperoleh perhatian ketika investor mencari keseimbangan antara momentum dan kualitas fundamental, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.290.
Jika sektor energi mempertahankan kepemimpinannya, PTBA yang menjadi salah satu pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih, berpeluang mengikuti penguatan dengan volatilitas yang lebih terukur, dengan kisaran Rp2.336 — Rp2.404. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






