Mitrapost.com – Kondisi pasar saham Indonesia pada 29 Juni 2026 menunjukkan sinyal bullish moderat. Meski demikian, masih ada potensi pasar bearish jika banyak investor melakukan profit taking atau menjual untuk mengamankan keuntungan, menyebabkan indeks terkoreksi.
Dua kondisi tersebut masih cocok untuk scalping, namun dengan beberapa catatan. Fokus pada saham yang memiliki likuiditas tinggi, serta hindari mengejar harga saat sudah naik terlalu jauh dan disiplin dengan stop loss.
Adapun beberapa sektor yang mendominasi saat IHSG menguat, di antaranya perbankan, energi, infrastruktur, dan consumer. Berikut 5 saham perusahaan listing Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial untuk scalping.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – BMRI
Likuiditas BMRI sangat tinggi dengan transaksi harian besar, didukung kinerja keuangan tetap kuat dengan pertumbuhan kredit dan laba yang stabil. Secara teknikal, tingkat harga masih ideal, sehingga masih ada ruang kenaikan. Buy breakout resistance dengan volume meningkat, kemudian Sell saat mencapai target 2–4% atau ketika momentum mulai berkurang.
PT Energi Mega Persada Tbk – ENRG
Likuiditas ENRG tinggi dan sering menjadi saham aktif sektor energi. Fundamentalnya didukung prospek produksi migas. Secara teknikal masih ada momentum kenaikan. Buy saat breakout resistance atau pullback ke EMA20, lalu Sell saat mencapai target 3-6% atau saat volume melemah.
PT Aneka Tambang Tbk – ANTM
Fundamentalnya didukung bisnis emas dan nikel yang sensitif terhadap harga komoditas. ANTM merupakan salah satu saham yang beberapa kali masuk daftar rekomendasi analis ketika sektor logam menguat. Secara tenikal, momentum menunjukkan peluang kenaikan lanjutan. Buy saat breakout resistance, kemudian Sell jika sudah mencapai target 3-4% atau ketikan harga mulai overbought.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk – DSSA
Likuiditas cukup tinggi, dengan fundamental didukung diversifikasi bisnis energi, namun volatilitas harga relatif tinggi sehingga menarik untuk trader. Analisis teknikal menunjukkan masih ada peluang kenaikan sebelum harga overbought. Target profit 4-6% atau Sell ketika muncul sinyal bearish.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – BBRI
BBRI merupakan salah satu saham paling likuid di BEI, didukung kinerja keuangan tetap solid dengan pertumbuhan laba dan kualitas aset yang baik. Tingkat harga masih ideal, sehingga masih memberi ruang kenaikan. Target profitsebesar 2-4% atau Sell ketika volume mulai menurun dan momentum melemah. (*)

Redaksi Mitrapost.com




