Pati, Mitrapost.com – Jumlah desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang terdampak kekeringan kian meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, sebanyak 29 desa di wilayahnya mengalami kekurangan pasokan air bersih.
Kepala bidang Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pati, Suntoro menyebut, dari 29 desa yang mengalami kekeringan itu berada di 9 kecamatan, di antaranya Pati Kota, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Sukolilo, Jaken, Jakenan, Gabus dan Kayen.
“Kita sudah melakukan pengiriman air bersih ke 29 desa dari 9 kecamatan di timur dan selatan,” ujar Suntoro.
Ia menyebut dari 29 desa itu, BPBD Pati sendiri telah melakukan bantuan dropping air bersih sebanyak 98 tangki dengan total 465.000 liter. Bagi desa yang membutuhkan bantuan air bersih, lanjut dia, dipersilahkan untuk mengirimkan surat kepada BPBD Kabupaten Pati.
“98 tangki itu total ini sudah ada 465 ribu liter air yang sudah kita dropping. Dengan ini yang diharapkan dari masyarakat yang menginginkan bantuan air mohon untuk berkirim surat dulu,” terang dia.
Kecamatan Paling Parah Kekurangan Air Bersih
Pihaknya bilang untuk kecamatan yang paling parah kekurangan air bersih itu berada di Jakenan salah satunya desa Tambahmulyo. Hampir setiap hari, desa di kecamatan tersebut meminta bantuan air bersih baik dari BPBD maupun PMI.
“Kalau saat ini yang paling sering minta di Kecamatan Jakenan dari Desa Plosojenar, Karangrejo Lor, Kalimulyo, Tlogorejo, Tambahmulyo, Tondokerto,” paparnya.
Prakiraan Musim Kemarau hingga Bulan November 2026
Lebih lanjut, menurut Suntoro untuk penambahan desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pati juga berpotensi terus bertambah. Terlebih, menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau diperkirakan hingga bulan November 2026.
“Untuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi itu diperkirakan sampai bulan November,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com





