Mitrapost.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, melakukan pelantikan terhadap Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (Sekjen DPP Partai Golkar), Muhammad Sarmuji, sebagai Menteri Perindustrian untuk masa jabatan 2024-2029.
Pengangkatan Sarmuji dalam perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih pada Kamis (01/10/2026), berdasar pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Selain Sarmuji, Keppres Nomor 104/P Tahun 2026 juga berisi tentang penetapan seorang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Kemudian, ada pula Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Menlu RI lalu digantikan oleh Arrmanatha Christiawan Nasir.
Sementara itu, turut dibacakan Keppres Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, yang saat ini diisi masing-masing Listyo Sigit Prabowo dan Dedi Prasetyo.
Lalu untuk Keppres Nomor 84/T Tahun 2026 dan Keppres Nomor 96/P Tahun 2026 tentang pengangkatan Ketua dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia, diisi oleh Nusran Zuher sebagai ketua dan Radiansyah sebagai anggota, untuk periode 2026-2031.
Selanjutnya dalam Keppres Nomor 40/N Tahun 2026 mengatur pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, diisi masing-masing oleh Arianto Wibowo dan Muhammad Fadil Imran. (*)

Redaksi Mitrapost.com






