oleh

Pengunjung Candi Borobudur Hampir Capai Batas Maksimal, Pengelola Minta Penambahan Kuota

Foto: Candi Borobudur disemprot disinfektan

Magelang, Mitrapost.com Taman wisata Candi Borobudur kembali dibuka di masa pandemi Covid-19 dengan batasan kuota hanya 2.500. Bahkan di akhir pekan pengunjung hampir menyentuh batasan angka tersebut.

Oleh karenanya, pihak pengelola Taman Wisata Candi Borobudur berharap ada penambahan kuota pengunjung di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Dengan kuota tersebut berarti, setelah pengunjung mencapai 2.500 orang dalam satu hari, pengunjung di belakangnya sudah tidak bisa masuk, tentu hal ini akan membuat kecewa,” ungkap General Manager Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana, Jumat (Jumat (4/9/2020).

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menambah kuota pengunjung tersebut.

Dengan pengunjung pernah mencapai 2.477 pada hari Sabtu dan Minggu, menurutnya penambahan kuota itu untuk mengantisipasi jika terjadi kelebihan.

Baca Juga :   Relief di Candi Borobudur Ditransfer Menjadi Tarian

“Jangan sampai pengunjung yang sudah jauh-jauh datang ke sini tidak bisa melihat Candi Borobudur dari dekat, tentu akan kecewa,” katanya.

Baca juga: Acara Tour de Borobudur Dibuka dengan Pemberangkatan Puluhan Dokter

Selain itu, Putu juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) agar pengunjung yang selama masa adaptasi kebiasaan baru ini hanya bisa menyaksikan dari halaman, bisa naik ke candi paling tidak sampai ke lantai tiga.

Ia menyampaikan sudah ada SKB Menteri Pariwisata dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait protokol ksehatan di tempat-tempat wisata terbuka seperti museum dan candi.

“Oleh karena itu, kami berharap pengunjung bisa naik ke candi minimal di lantai 1, 2, dan lantai 3 yang notabene tidak ada pegangan tangan di lantai tersebut sehingga masih aman terkait dengan protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga :   Pemkot Surakarta Kebut Vaksinasi Guru

Putu menyampaikan akan koordinasi dengan BKB, mungkin untuk pengaturan pengunjung naik ke candi alur masuknya dari pintu timur dan utara.

“Pengunjung masuk dari pintu timur keluar di pintu selatan dan yang masuk dari pintu utara keluarnya di pintu barat sehingga pengunjung tidak ketemu di lorong-lorong candi, jadi pengunjung tetap mengalir satu arah begitu saja,” katanya. (fp)

Baca juga: 

 

Artikel ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul ‘Pengelola Candi Borobudur berharap kuota pengunjung dinaikkan