oleh

Ahli Menyebut Antartika Diambang Kiamat Gletser

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Para ilmuwan menyebut Antartika diambang bahaya serius. Ilmuwan menemukan benua di Kutub Selatan Bumi ini mendekati ‘Kiamat Gletser’, sebab salah satu gletser terbesar di Antartika mencair dalam kecepatan yang mengkhawatirkan.

Gletser Thwaites adalah gletser seukuran Inggris yang berada di Antartika barat. Diketahui gletser ini telah menyusut sekitar setengah mil per tahun atau sekitar 2.625 kaki. Melansir Kompas.com, Kamis (17/9/2020), para ilmuwan memprediksi gletser akan kehilangan semua esnya dalam waktu sekitar 200 hingga 600 tahun.

Baca juga: Fenomena Langit Jingga di California

Ketika hal itu terjadi, aka nada kenaikan permukaan air laut sekitar1,6-2 kaki. Tak berhenti di situ, gletser saat ini juga bertindak sebagai penyangga antara pemanasan laut dan gletser lainnya.

Runtuhnya gletser bisa berakibat menurunkan massa es di sekitar Antartika barat. Peristiwa ini akan menyebabkan kenaikan permukaan laut hingga 10 kaki, dan dapat menenggelamkan sejumlah wilayah di New York, Miami, dan Belanda.

Baca Juga :   Google Fundo Ruang Jumpa Fans Virtual Para Kreator

Baca juga: Fenomena Langka, Penampakan Paus Biru Terjadi Tiga Kali dalam 100 Tahun

Salah satu organisasi yang mempelajari seputar gletser adalah International Thwaites Glacier Collaboration. Organisasi ini melakukan penelitian tentang gletser melalui kapal pemecah yang dapat menembus lapisan es yang tebal.

Pada bulan Februari lalu, para peneliti menemukan rongga yang berukuran hampir se kota Manhattan di bagian bawah Thwaites. Dua studi terbaru dalam bulan ini telah menambah detail pada gambaran mengkhawatirkan terkait kondisi gletser Antartika.

Baca juga: Ditemukan Kemunculan Gas di Venus, Tanda-tanda Kehidupan Alien?

Studi yang dipublikasikan pada minggu lalu di jurnal Cryosphere menemukan bahwa arus laut yang hangat mungkin turut andil dalam mencairkan badan es gletser Thwaites.

Baca Juga :   Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan Mulai Hari Ini Hingga Oktober Mendatang

Di samping itu studi lain yang diterbitkan Senin lalu di Proceedings of the National Academy of Sciences, penelitian ini menggunakan citra satelit untuk menunjukkan bahwa bagian Thwaites dan gletserdi sekitarnya, Pine Island Glacier, pecah lebih cepat dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Cegah Kasus Bunuh Diri, Langkah Ini Bisa Kamu Lakukan

Citra satelit menunjukkan pecahnya gletser Thwaites dan Pine Island Glaciers menyebabkan kenaikan permukaan laut global hingga sekitar 5 persen.

Para peneliti juga menghitung, Pine Island Glaciers juga telah kehilangan wilayah seluas Los Angeles dalam enam tahun terakhir.

Bahkan, pencairan es Antartika tidak hanya di Thwaites, tetapi lapisan es di benua ini juga mencair enam kali lebih cepat daripada tahun 1980-an.

Baca juga: Hari Ini dan Besok Matahari di Atas Ka’bah, Saatnya Meluruskan Arah Kiblat

Baca Juga :   Fenomena Langit Jingga di California

Setidaknya, pencairan es tersebut telah menumpahkan 252 miliar ton air per tahun, mengalami kenaikan dari 40 miliar ton per tahun pada 40 tahun lalu.

Apabila seluruh lapisan es Antartika mencair, maka para Ilmuwan  memperkirakan permukaan laut global akan naik hingga 60 meter atau 200 kaki.

Baca juga:

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral