oleh

Bawaslu Bakal Kaji Kasus Dugaan Keterlibatan Kampanye ASN Selama 2 Hari

Rembang, Mitrapost.com – Setelah menerima pelaporan dari beberapa warga Rembang terkait keterlibatan ASN dalam kampanye, Bawaslu Rembang akan lakukan kajian selama dua hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Totok Suparyanto selaku ketua Bawaslu Rembang, Selasa (27/10/2020). Ia mengungkap, pihaknya harus melakukan kajian terkait beberapa prosedur yang ada dalam pelaporan.

Baca juga: Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Protokol Kesehatan di Masa Kampanye Pilkada 2020

“Ketika ada, kami tidak boleh menolak.  Tapi perlu diingat bahwa pelaporan tersebut ada syarat formalnya.  Ada pelaporan siapa, kejadian tersebut sudah tujuh hari apa belum. Lah nanti harus dikaji dulu selama dua hari dalam membuat kajian,” tegasnya, Selasa (27/10/2020).

Terkait pekem yang ada di Bawaslu, totok meyakini pelaporan memenuhi syarat yang diajukan oleh Bawaslu. Yakni harus masuk dalam daftar pemilih Rembang.

Baca juga: Pjs Bupati Rembang Gandeng Kades Redam Konflik di Tengah Pilkada

“Masyarakat mungkin akan menilai ini pelanggaran. Tapi kami mempunyai pakem. Saya meyakini,  pelapor memang terdata dari pemilih Kabupaten Rembang. Itu syarat harus dipenuhi. Kemudian laporan ini kadaluarsa atau tidak ini harus dikaji,” ungkapnya.

Sedangkan untuk barang bukti, menurut Totok sangat minim, sehingga Bawaslu harus kembali mengkaji secara hati-hati.

“Menganai bukti ini harus dikaji juga, karena hanya seperti ini, saat saya minta filenya juga tidak punya.  Hanya diprint, jadi kami mau kajian terlebih dahulu,” pungkasnya.

Baca juga: Video : Pemkab Rembang Ajak Persatuan Bela Diri Wujudkan Pilkada Aman dan Damai

Ia menambahkan, kedua perempuan ASN yang diduga terlibat kampanye belum diketahui pasti jabatan yang disandang.

“ASN gak tahu persis guru atau apa. Kalau pelanggaran netralitas ASN itu, kita bisa melakukan kajian, yang kajian itu kemudian kita beri surat pengantar. Karena Ini pelanggaran UU lainnya,” ucapanya.

Jika terbukti ASN, pihaknya menyerahkan pemberian sanksi oleh pihak terkait. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait