Diteror, Rumah Saksi Harno-Bayu Dilempari Cat Orang Tak Dikenal

Rembang, Mitrapost.com – Pasca menjadi saksi dalam perhitungan rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Rembang di tingkat Kecamatan pada Sabtu (12/12/2020) kemarin, rumah serta mobil saksi 01 Harno – Bayu diduga diteror dengan pelemparan cat oleh orang tak dikenal pada Minggu (13/12/2020) dini hari.

“Saya baru mengetahui kejadian ini pada pukul 08.00 WIB, setelah rumah saya diketuk oleh tetangga. ketika saya keluar, ada dua bungkus plastik berisikan cat minyak yang sudah dilemparkan dan mengarah ke mobil tepatnya dibagian kaca depan mobil dan teras rumah saya,” terang Darmawan Budiharto, selaku saksi Harno – Bayu pada rekap Kecamatan Rembang kota.

Baca juga: Guru di Rembang Positif Covid-19, Tak Kontak dengan Siswa

Baca Juga :   Setelah Satu Bulan, Pemkab Rembang Bakal Evaluasi KBM Tatap Muka

Darmawan menceritakan kemarin, ia menolak hasil rekapitulasi suara tingkat Kecamatan dengan tidak menandatangani berita acara. Karena dalam pelaksanaan Pilkada Rembang 9 Desember 2020 kemarin, sarat kejanggalan.

Temuan dugaan kecurangan bermunculan dalam proses rekap suara di sejumlah Kecamatan.

Baca juga: Tim Harno-Bayu Sebut Unggul 2 Persen Suara

“Acara rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan Kota berlangsung sampai dengan pukul 22.00 WIB, ketika saya sampai di rumah tidak ada hal-hal yang mencurigakan,” bebernya.

“Dugaan saya aksi teror ini berlangsung pada Minggu (13/12/2020) dini hari,” lanjutnya.

Baca juga: 2.300 Pedagang Pasar Rembang Sepakat Dukung Harno Bayu

Darmawan menambahkan karena masih terkait Pilkada, pihaknya akan mengusut tuntas sampai menemukan titik terang siapa pelakunya.

Baca Juga :   Terima Laporan Dugaan Kecurangan Pilkada, Bawaslu Panggil Saksi dan Pelapor

“Langkah awal sudah saya lakukan dengan mengadukan kejadian ini ke pihak Polsek Kota, jadi tetap saya akan pantau terus sampe menemukan titik terang siapa pelakunya,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Bambang Soegito saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait hal itu. (ADV/AZ/SHT)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati