oleh

Tahap Awal Vaksinasi Covid-19, Menkes: Untuk Memunculkan Herd Immunity

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Jakarta, Mitrapost.com Pemerintah Indonesia akan mulai melakukan vaksinasi Covid-19 di awal tahun 2021. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tahap awal vaksinasi untuk memunculkan herd immunity.

Mengutip dari laman Kemkes.go.id, Budi menargetkan akan melakukan vaksinasi terhadap 67-70 persen penduduk atau sekitar 181 juta orang untuk memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Untuk mencapai target herd immunity, pemerintah menyiapkan 426 juta dosis vaksin untuk 181 juta penduduk itu. Sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap penduduk akan mengikuti dua kali penyuntikan atau dua dosis vaksin.

“Kami menyiapkan buffer stock sebanyak 15% persen, jadi total yang kita butuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin,” katanya.

Baca Juga :   Dewan Minta Kesadaran Masyarakat untuk Ciptakan Herd Immunity

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama, Penerima Akan Dapat Notifikasi Via SMS

Sedangkan untuk melakukan vaksinasi terhadap seluruh warga Indonesia, Budi menyebutkan butuh waktu paling tidak 3,5 tahun.

“Kira-kira butuh waktu 3,5 tahun untuk vaksinasi semuanya,” kata Budi, Sabtu (2/1/2021).

Sementara ini, lanjut Budi, pemerintah membeli vaksin melalui lima jalur. Empat produsen dari bilateral, yaitu Sinovac dari Tiongkok, Novavax dari Kanada-Amerika, Pfizer dari Jerman-Amerika, AstraZeneca dari Swiss-Inggris. Satu lagi berasal dari multilateral, yakni COVAX/GAVI dari aliansi GAVI dengan didukung WHO dan CEPI.

Ia memastikan pihaknya akan terus menjalin komunikasi secara intens, mengingat saat ini vaksin menjadi komoditas yang diperebutkan oleh seluruh negara di dunia.

Baca Juga :   Rumor Beda Vaksin, Bupati Rembang: Dari Perusahaan yang Sama

“Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan di sini. Itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita tidak kebagian,” katanya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 bagi Nakes Diperkirakan Berlangsung 6 Bulan

Pemerintah Indonesia saat ini telah mengantongi kurang lebih 3 juta dosis vaksin asal perusahaan China, Sinovac. Yakni 1,2 juta dosis pada pengiriman pertama ditambah 1,8 juta dosis vaksin pada akhir 2020 kemarin.

Kedatangan vaksin itu untuk memenuhi target program vaksinasi tahap awal yang dilakukan terhadap tenaga medis di 34 Provinsi Indonesia.

Namun, pelaksanaan vaksinasi baru akan dilakukan setelah vaksin Covid-19 mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (*)

Baca Juga :   Akselerasi Vaksinasi Covid-19, Jateng Targetkan Akhir Januari Rampung

Baca juga: Muncul Isu Efek Bahaya Vaksin Covid-19, Dinkes Pati: Tahap Uji Coba

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral