oleh

Klaster Keluarga Sumbang Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jateng

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com Klaster keluarga masih menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Jawa Tengah. Bahkan persentase klaster keluarga mencapai 70 persen dari jumlah keseluruhan kasus aktif Covid-19.

“Masih (klaster keluarga) cuma sekarang agak mulai menurun ya. Dulu sampai 90 persen, sekarang 70 persen saja,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, Selasa (2/2/21021).

Namun, dia tidak menjelaskan, asal mula penularan kasus Covid-19 di lingkungan keluarga.

“Tidak tahu sumbernya darimana, tapi yang jelas ada salah satu anggota keluarga yang keluar dan mendapatkan itu (virus corona) dan membawa ke rumah. Jadi kalau ada 70 persen mungkin ada sekitar 20 atau 30 persen yang tertular di luar rumah. Tapi ketika di rumah jadi sumber penularan, mungkin di satu keluarga cuma satu orang saja yang suka keluar,” terangnya.

Baca Juga :   Minim Penolakan Vaksinasi, Dewan Optimis Pandemi Segera Berakhir 

Baca juga: Begini Cerita Siswa SMK di Semarang dan Seluruh Keluarga Terpapar Covid-19

Menurutnya, penularan virus corona di lingkungan keluarga dapat dihindari jika masyarakat disiplin menerapkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan makan makanan bergizi.

“Selain itu kita minta dan kita juga tarik-tarik ke isolasi terpusat, kita hindari isolasi mandiri di rumah. Kecuali kalau syarat-syaratnya mencukupi di rumah,” jelasnya.

Baca juga: Pemprov Rencanakan Gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar bupati/wali kota kembali mengaktifkan hotel sebagai tempat karantina pasien Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona di keluarga.

Baca Juga :   2 Minggu PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Menurun

“Kalau ada yang positif lebih baik dibawa ke isolasi terpusat karena fasilitasnya lebih baik. Maka saya minta kabupaten/kota mengaktifkan kembali hotel. Kenapa kita mikirnya hotel, karena pasti tempatnya lebih menarik, kalau isolasinya terpusat mohon maaf kayak di gor dikotak-kotak tempatnya seperti itu pasti gak nyaman. Makanya pada pilih di rumah. Sehingga itu bisa kita cegah,” tandasnya. (*)

Baca juga: Upaya Tekan Covid-19, Gus Yasin: Kita Bisa Lelah tapi Tak Boleh Menyerah

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa