oleh

Dwi Handayani, Sosok Dibalik Desa Kumendung Matoh

Rembang, Mitrapost.com Pemerintah Desa Kumendung, Kabupaten Rembang sudah merintis kampung siaga Covid-19 sejak Januari 2020 melalui program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menurut Kades Kumendung, Dwi Handayani, mengatakan dengan adanya program tersebut warganya sudah terbiasa berperilaku hidup bersih ketika virus corona mulai muncul. Hal ini kemudian ditambah dengan membiasakan warganya memakai masker dan jaga jarak.

Pemdes Kumendung juga terus melakukan upaya pencegahan, tindakan dan edukasi tentang pandemi Covid-19. Edukasi menjadi hal yang sangat penting untuk membuat masyarakat semakin mengetahui dan paham tentang protokol kesehatan untuk pencegahan penularan corona.

Keberadaan kampung siaga juga membantu pemerintah dalam pengendalian penyebaran virus corona. Sebab antara masyarakat dan pemerintah saling bergerak dan bekerjasama.

Baca juga: Siaga Covid-19 Desa Kumendung Rembang Dinyatakan Zona Hijau

Tak hanya itu, pihaknya juga membentuk gerakan dasa wisma (dawis) yang terdiri dari kumpulan ibu PKK. Dawis bertugas mengawasi di lapangan dengan system satu dawis mengawasi 10 rumah di sekitarnya. Di Desa Kumendung sendiri ada 40 dawis, sehingga dalam pemetaannya tidak ada rumah yang tidak diawasi penerapan protokol kesehatannya.

“Tidak boleh warga di sini keluar tidak pakai masker. Dari anak-anak sampai yang tua pakai masker, ” jelas Dwi di Rembang, Selasa (23/2/2021).

Kades yang akrab disapa Wiwik itu mengakui kebersamaan menjadi semangat warganya dalam mengusung konsep Kampung Siaga Candi yang telah berhasil menjaga desa lewat program Jogo Tonggo.

Kiprahnya juga dinilai bagus oleh Kapolres setempat dan jajarannya, bahkan Kapolda Jateng Ahmad Lutfi mengunjungi Desa Siaga Kumendung untuk mengapresiasinya serta seluruh perangkat desa yang telah merealisasikan penerapan protokol kesehatan dengan sangat baik.

Baca juga: Jogo Tonggo Dapat Penghargaan Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19

Selain fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, Desa Kumendung juga memiliki rumah karantina dengan memanfaatkan gedung madrasah diniyah. Tempat karantina ini pernah dihuni warga yang datang dari luar kota.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat itu, Desa Kumendung menjadi daerah di Kabupaten Rembang dengan status zona hijau. Selain itu juga menjadi kampung siaga candi yang dicontoh wilayah-wilayah lainnya.

Wiwik pun berharap desa-desa lainnya dapat menerapkan hal yang serupa. Sehingga virus corona ini dapat segera musnah dan mampu menciptakan daerah yang maju, tanggap dan kokoh (Matoh). (*)

Baca juga: Ditetapkan Sebagai Kampung Siaga, Desa Jepat Lor Siap Laksanakan Pencegahan Covid-19

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Komentar

Berita Terkait