oleh

Tak Hanya Gaet Investor, Perda RTRW Beri Jaminan Hukum Masyarakat

Pati, Mitrapost.com – Mengejar ketertinggalan Kabupaten Pati dari wilayah-wilayah tetangga seperti Kudus dan Jepara yang diketahui lebih maju sektor industrinya, Pemkab Pati mulai menyiapkan sarana prasarana untuk membuat sebuah kawasan industri guna menarik investor.

Beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Pati juga terlihat rajin gencarkan gerakan kenalkan potensi daerah dalam skala nasional atau internasional hingga muncul label Pati Pro Investasi dengan tujuan menarik investor di berbagai bidang usaha.

Langkah konkret lain, beberapa waktu lalu dalam rapat paripurna pihak eksekutif dan legislatif Pati, bersama-sama menandatangani Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Perubahan atas Perda Kabupaten Pati No. 5 tahun 2011 tentang Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati Tahun 2010-2030.

Baca juga: Honorer Penyuluh Pertanian Dilantik PPPK, Dewan: Kinerja Cukup Baik

Saat Mitrapost.com mewawancarai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Giyono menyebut, Pemkab Pati akan alokasikan 5.000 hektare lahan untuk industri yang tersebar di beberapa kecamatan bila revisi raperda ini terwujud.

“Di Revisi tata ruangnya (nanti) ada 5000 hektare, tidak satu tempat, menyebar di Kecamatan Margorejo, Batangan, Sukolilo,” ungkap Giyono saat ditemui Mitrapost.com saat itu.

Atas wacana revisi Perda tersebut beberapa pihak juga optimis Kabupaten Pati mampu mempunyai kawasan industri yang besar dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Baca juga: Dewan Pati Siap Kawal Perizinan Agar Tak Menyalahi Perda RTRW

Kendati demikian, tanpa adanya perda tersebut, Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI), Narso Kabupaten Pati sebetulnya telah memiliki modal dan potensi untuk mewujudkan kawasan industri yang besar.

Komentar

Berita Terkait